Kencan sebagai Orang Tua Tunggal: Mulai dari Mana
Entri No. 022 ·

Oleh Tim IF
Mulailah berkencan sebagai orang tua tunggal dengan memutuskan apa yang kamu inginkan, lalu sesuaikan dengan hidup yang sudah kamu jalani. Berkencanlah di waktu yang benar-benar milikmu — jam sekolah, malam tanpa anak, akhir pekan saat anak-anak bersama orang tua mereka yang lain — dan melangkahlah dengan kecepatan yang sanggup diikuti keluargamu. Ceritakan soal anakmu kepada teman kencan sejak awal; kenalkan teman kencan ke anak-anakmu belakangan, biasanya setelah beberapa bulan dan hanya jika kalian berdua sudah sama-sama serius. Pelan-pelan bukan kegagalan. Justru itulah intinya.
Kalau kamu terus bilang ke diri sendiri bahwa kamu baru akan berkencan saat anak-anak sudah lebih besar, atau setelah utang tidur tiga tahun terbayar, kamu tidak egois karena menginginkan lebih, dan kamu tidak sendirian. Hidup yang diisi orang dewasa lain bukan kemewahan: sebuah tinjauan atas 148 studi menemukan bahwa orang dengan ikatan sosial yang lebih kuat — bukan hanya dengan pasangan, tapi juga teman dan keluarga — punya peluang bertahan hidup 50% lebih besar. Menginginkan sebagian dari itu adalah bagian dari merawat keluargamu. Saat kamu siap mencari, IF pas untuk satu jam setelah anak-anak tidur: Like untuk seseorang yang lajang, dan untuk orang yang diam-diam kamu sukai tapi sudah punya pasangan, sebuah IF pribadi dan tersegel yang baru terbuka saat kalian berdua sama-sama lajang.
Apakah kamu siap untuk kencan lagi?
Tidak ada masa tunggu yang benar setelah berpisah, bercerai, atau ditinggal pasangan untuk selamanya. Kesiapan terlihat dari perasaanmu, bukan dari kalender. Kamu mungkin sudah siap kalau sebagian besar hal ini benar:
- Kamu bisa membicarakan mantan tanpa obrolannya berubah jadi tentang dia.
- Kamu ingin ditemani, bukan diselamatkan: seseorang untuk berbagi hidup, bukan untuk memperbaikinya.
- Anak-anakmu sudah terbiasa dengan bentuk keluarga yang baru, atau sudah hampir.
- Kamu mencari pasangan untuk dirimu sendiri, bukan pengganti orang tua untuk anak-anakmu.
Kalau kamu baru keluar dari pernikahan, kencan setelah bercerai membahas soal waktu yang tepat lebih dalam. Kalau pasanganmu meninggal, duka punya jamnya sendiri: ada yang siap dalam setahun dan ada yang butuh bertahun-tahun, dan keduanya bukan pengkhianatan. Yang penting, kamu mencari seseorang yang baru, bukan pengganti orang yang telah pergi.
Bilang bahwa kamu orang tua sejak awal
Menjadi orang tua bukan pengakuan untuk kencan ketiga. Itu fakta utama dalam hidupmu, dan orang yang tepat perlu tahu sebelum memutuskan untuk bertemu denganmu. Cantumkan di profilmu dengan jelas dan hangat: “Dua anak yang menganggapku kocak banget, dan aku nggak berniat meluruskan mereka” lebih bercerita daripada daftar hobi mana pun. Siapa pun yang langsung swipe lewat karena itu sudah menghemat satu malam kalian berdua.
Terbukalah soal fakta bahwa kamu punya anak, tapi jaga privasi anak-anakmu sendiri.
- Jangan tampilkan mereka di fotomu: fotomu di pantai tempat kamu mengajak mereka berlibur boleh saja; wajah mereka atau sekilas seragam sekolah jangan.
- Simpan nama, usia, sekolah, dan rutinitas mereka, juga alamatmu, di luar bio dan untuk dirimu sendiri sampai kamu benar-benar mengenal seseorang.
Kencan sebagai ibu tunggal atau ayah tunggal
Sarannya sama untuk ibu dan ayah; yang berbeda adalah bentuk minggumu, dan itu bergantung pada pengaturan hak asuh, bukan pada apakah kamu ibu atau ayah.
Kencan sebagai ibu tunggal
Kalau anak-anak tinggal bersamamu hampir sepanjang waktu, waktu luang sangat sedikit dan setiap kencan perlu diatur. Banyak orang senang berkencan dengan seseorang yang punya anak, dan banyak juga yang sendirinya orang tua. Risikonya bukan penolakan, tapi justru kebalikannya: orang yang memperlakukanmu seperti proyek, atau seperti keluarga jadi yang tinggal dimasuki. Perhatikan siapa yang bertanya tentang dirimu, bukan hanya situasimu, dan jangan biarkan kesepian membuatmu terburu-buru menilai.
Kencan sebagai ayah tunggal
Menjadi orang tua yang penuh dedikasi terlihat bagus di profil, dan memang menggoda untuk mengandalkannya, tapi anak-anakmu bukan pajangan: satu kalimat hangat lebih baik daripada segudang foto. Kalau anak-anak bersamamu di akhir pekan secara bergantian, gampang sekali menjejalkan semua kencan di minggu-minggu bebas, lalu menghabiskan waktu bersama mereka dalam keadaan lelah dan tidak fokus.
Cari waktu: kencan di sekitar antar-jemput sekolah dan pengasuhan bersama
Waktu adalah kendala utama, jadi rencanakan kencan seperti kamu merencanakan hal lain: di sekitar titik-titik tetap.
- Jam sekolah dan TK. Kalau pekerjaanmu memungkinkan, ngopi atau makan siang di hari kerja tidak perlu pengasuh dan otomatis selesai saat waktunya menjemput anak.
- Hari-hari giliran orang tua yang lain. Berkencanlah di sebagian hari itu, jangan semuanya. Sisakan setidaknya satu malam tanpa anak untuk tidur, bertemu teman, dan tidak melakukan apa-apa.
- Setelah anak-anak tidur. Simpan urusan aplikasi dan pesan untuk saat rumah sudah sepi, bukan saat di taman bermain.
- Malam pengasuh tetap. Pengasuh rutin, kakek-nenek, atau bergantian menjaga anak dengan orang tua tunggal lain mengubah setiap kencan dari negosiasi menjadi jadwal tetap.
Bilang sejak awal bahwa rencana bisa berubah, karena anak bisa sakit dan pengasuh bisa batal. Orang yang tepat akan santai saja saat kencan dipindah pada jam empat sore; orang yang salah akan cemberut, dan itu informasi berharga.
Tempat bertemu orang di waktu yang kamu punya
Kamu tidak butuh kehidupan sosial baru, cukup satu atau dua cara bertemu orang yang cocok dengan hidupmu sekarang. Aplikasi kencan pas untuk malam-malam yang tenang, terutama yang seperti IF, tempat kamu bisa mencantumkan bahwa kamu punya anak dan melihat siapa lagi yang punya. Teman mungkin mengira kamu tidak sedang mencari, jadi beri tahu teman yang kamu percaya bahwa kamu sedang mencari. Dan kelas, klub, atau paduan suara di malam tanpa anak mempertemukanmu dengan wajah-wajah yang sama setiap minggu, tempat obrolan santai biasanya dimulai; selengkapnya ada di cara bertemu seseorang tanpa aplikasi kencan.
Orang tua anakmu yang lain dan kehidupan kencan barumu
Kamu tidak wajib terus melaporkan kencanmu kepada orang tua anakmu yang lain. Tapi sebelum seseorang bertemu anak-anak, beri tahu dia dengan tenang, supaya nama orang asing tidak pertama kali sampai kepadanya lewat anak-anak. Kalau bisa, sepakati beberapa aturan dasar — bagaimana pasangan baru diperkenalkan, kapan boleh menginap — dan patuhi juga dari pihakmu. Jangan pernah jadikan anak sebagai pembawa pesan, atau menginterogasi mereka soal kehidupan cinta orang tua mereka yang lain.
Kapan memperkenalkan anak pada pasangan baru
Kenalkan anak-anakmu pada pasangan hanya setelah hubungan kalian eksklusif, stabil, dan mengarah ke masa depan — bagi kebanyakan orang, paling cepat setelah beberapa bulan. Ujian sebenarnya bukan soal waktu, tapi apakah kamu akan kaget kalau orang ini sudah tidak ada dalam setahun. Anak yang pernah mengalami perpisahan atau kehilangan bisa cepat lekat, dan setiap orang dewasa yang datang lalu menghilang adalah satu kehilangan kecil lagi.
Kamu mungkin siap saat:
- Kalian eksklusif dan sudah bicara jujur tentang masa depan.
- Kalian sudah melihat satu sama lain saat lelah, stres, dan berbeda pendapat, dan bisa melewatinya dengan baik.
- Pasanganmu mengerti bahwa anak-anakmu selalu nomor satu, dan tidak pernah memaksa untuk bertemu mereka.
- Anak-anakmu sudah tenang, bukan masih menyesuaikan diri dengan perpisahan, kehilangan, atau pindah rumah.
Cara menghadapi pertemuan pertama
- Beri tahu anak-anak lebih dulu, dengan sederhana dan jujur, memakai kata-kata yang sesuai usia mereka: “Belakangan ini aku sering menghabiskan waktu dengan seseorang bernama Sam, dan aku ingin kalian kenalan dengannya.”
- Buat singkat saja, di tempat netral, dan ada kegiatan yang bisa dilakukan: taman, arena bowling, restoran pizza.
- Jangan terlalu mesra. Pegangan tangan bisa menunggu, apalagi ciuman.
- Minta pasanganmu untuk tidak berusaha terlalu keras, tidak datang membawa hadiah, dan tidak berlagak jadi orang tua; ramah dan sedikit membosankan justru sempurna.
- Pulanglah sebelum ada yang lelah, lalu tanyakan kepada anak-anak bagaimana perasaan mereka, dan dengarkan apa pun yang mereka katakan, termasuk kalau mereka diam saja.
Bangun pelan-pelan: beberapa kali jalan-jalan singkat lagi sebelum menghabiskan sehari penuh bersama, dan banyak hari penuh sebelum ada yang menginap. Kalau pasanganmu tidak punya anak, berkencan dengan seseorang yang punya anak ditulis untuknya.
Apa yang berubah seiring usia anak
Anak yang masih sangat kecil cepat lekat, jadi jangan biarkan orang dewasa datang silih berganti, disayangi lalu menghilang. Anak usia SD mungkin sangat setia kepada orang tua mereka yang lain; katakan kepada mereka bahwa menyukai pasanganmu bukan pengkhianatan. Remaja bisa ketus atau malah tiba-tiba manis: beri mereka privasi, dan tanggapi kekhawatiran mereka dengan serius tanpa menjadikan hubunganmu bahan voting keluarga.
Jika anak bereaksi buruk
Penolakan di awal itu normal, dan biasanya soal perubahan dan kesetiaan, bukan soal orangnya. Beri waktu, jaga waktu berdua saja dengan tiap anak, dan jangan pernah minta mereka merahasiakan sesuatu dari orang tua mereka yang lain. Kalau kesedihannya berlangsung berbulan-bulan, atau terlihat dari tidur, sekolah, atau pertemanan mereka, bicara dengan seseorang bisa membantu kalian semua melewatinya.
Jaga anak tetap aman saat kamu kencan
Kebanyakan orang yang kamu temui ya hanya orang biasa, tapi dunia anak-anakmu layak dijaga sedikit lebih hati-hati selama kamu mengenal seseorang. Waspadai siapa pun yang:
- Memaksa bertemu anakmu terlalu cepat, atau tampak lebih tertarik pada mereka daripada padamu.
- Menawarkan diri untuk mengasuh, mengantar-jemput sekolah, atau mengajak anak-anak menginap sebelum mendapat kepercayaanmu.
- Meminta foto anakmu, atau detail rutinitas mereka.
Sampai kamu benar-benar mengenal seseorang, dan lebih lama dari yang terasa perlu, jangan tinggalkan dia berdua saja dengan anak-anakmu. Kalau ada yang terasa janggal, percayai firasatmu, dan akhiri tanpa perlu memberi penjelasan. Kalau kamu khawatir tentang seseorang, laporkan profilnya, dan kalau suatu saat perlu, hubungi polisi.
Aturan biasa juga berlaku: bertemu di tempat umum, beri tahu teman di mana kamu berada, dan atur sendiri caramu pulang. Panduan keamanan kencan online kami membahas sisanya. Di IF, foto dan teks dimoderasi, setiap profil yang bisa kamu kenali punya Laporkan dan Blokir, dan setiap laporan ditinjau dalam 24 jam; halaman keamanan menjelaskan caranya.
Apa yang dicari pada pasangan saat kamu punya anak
Yang penting sekarang bukan seberapa bagus seseorang di atas kertas, melainkan bagaimana sikapnya. Saat para peneliti menggabungkan 43 studi jangka panjang tentang pasangan, prediktor paling andal untuk hubungan yang bahagia ternyata adalah ciri-ciri hubungan itu sendiri — merasa dihargai, yakin pasanganmu berkomitmen, bagaimana konflik berjalan — bukan daftar sifat. Kamu bisa mulai melihatnya dari cara seseorang memperlakukanmu di beberapa kencan pertama.
- Mereka bisa diandalkan: datang saat bilang akan datang, dan pengertian saat kamu berhalangan.
- Mereka penasaran tentang anakmu tanpa terburu-buru ingin bertemu.
- Mereka menerima bahwa orang tua anakmu yang lain adalah bagian dari hidupmu, dan tidak bersaing dengannya.
Panduan kami tentang apa yang dicari pada pasangan membahas kualitas yang bertahan lama.
Di IF, kolom opsional Anak memungkinkanmu memilih “Sudah punya, mau lagi” atau “Sudah punya, cukup” sebelum ada yang mengirim pesan, dan di paket berbayar kamu bisa memasukkan Anak ke daftar Butuh, sehingga profil yang jawabannya tidak cocok turun jauh di tumpukan swipe-mu, bukannya menghilang.
Saat orang yang kamu suka sudah punya pasangan
Kadang orang yang terus kamu pikirkan sedang bersama orang lain: teman yang mendampingimu saat perpisahan, rekan kerja yang menggantikanmu saat anakmu sakit, seseorang yang kamu kenal sebelum jadi orang tua. Itu bukan hal yang memalukan. Perasaan yang melintasi batas hubungan itu jujur, dan memilikinya tidak membuatmu jadi orang tua atau teman yang kurang baik. Selingkuh dan berbohong itu salah; semua yang tidak sampai ke sana adalah keputusanmu.
Kamu bisa mengungkapkannya, tapi membuka diri seperti itu ada risikonya, dan risikonya lebih besar kalau hidup kalian bersinggungan di gerbang sekolah atau di meja keluarga yang sama: itu menempatkannya di posisi sulit, dan tidak bisa ditarik kembali. Kalau kamu memang mengatakannya, cukup satu kalimat jujur yang tidak meminta apa pun, dan kalau dia minta ruang, berikanlah.
Mungkin lebih baik kamu mengirim IF, supaya kalau suatu hari waktunya pas, kamu ada di sana untuk menunjukkan betapa kamu selalu menyukainya. IF adalah pesan pribadi dan tersegel, dan tidak ada percakapan yang bisa terbuka di IF selama salah satu dari kalian masih punya pasangan, jadi tidak ada yang harus berubah hari ini. Orang yang tepat, waktu yang salah? Tunggu dia di IF, dan tetap jalani hidupmu. Naksir orang yang sudah punya pasangan membahas semua pilihannya.
Saat hidup sedang padat, jeda dulu daripada menghilang
Ada masa-masa yang sama sekali tidak menyisakan ruang untuk kencan: musim ujian, anak yang sedang kesulitan, musim hujan dengan pilek yang tak ada habisnya. Mundur sejenak tidak apa-apa; menghilang begitu saja jangan. Bilang terus terang kepada siapa pun yang sedang dekat denganmu — “Beberapa minggu ini urusan di rumah lagi padat banget, dan aku nggak mau membalas pesanmu setengah-setengah” — dan biarkan mereka memutuskan apakah mau menunggu.
Di IF, fitur Jeda gratis: kamu dikeluarkan dari Swipe sementara Like, IF, dan chat-mu tetap di tempatnya, dan mematikan “Muncul di Pencarian” membuatmu tidak bisa ditemukan di sana juga.
Di sinilah IF berperan
IF adalah aplikasi kencan untuk semua orang, lajang maupun sudah punya pasangan, dibuat untuk hidup yang soal waktunya jarang sederhana. Dua orang lajang memakainya seperti aplikasi kencan lain: Like yang diterima membuka chat, dan kalau kolom Anak di profilmu sudah diisi, orang-orang yang kamu ajak ngobrol di malam hari sudah tahu bahwa kamu orang tua.
Dan kalau orang yang kamu pikirkan sedang bersama orang lain, kamu bisa mengiriminya IF: pesan pribadi dan tersegel yang tidak meminta apa pun dari siapa pun hari ini, karena tidak ada percakapan yang bisa terbuka selama salah satu dari kalian masih punya pasangan. Kalau dia jadi lajang saat kamu masih lajang, kamu punya 24 jam untuk mengungkapnya; kalau kamu mengungkapnya, dia bisa melihat siapa kamu dan apa yang kamu tulis, dan kalau dia menerima, chat terbuka dengan IF-mu sebagai pesan pertama.
Kalau dia ada di IF, dia mungkin diberi tahu bahwa ada IF yang menunggu — tapi tidak pernah siapa pengirimnya atau apa isinya. Kalau tidak, IF ke alamat email yang dia berikan kepadamu akan mengirim satu email undangan singkat, tanpa namamu atau kata-katamu; IF ke nomor telepon atau akun Instagram tidak mengirim apa pun dan menunggu, siapa tahu dia bergabung. IF tidak pernah membuka identitas pengirim sebelum IF diungkap, meski orang bisa menebak dari konteks. Pilihan ada di tanganmu.
IF pertamamu gratis, dan IF memberi perasaan yang tak punya tujuan sebuah tempat untuk mendarat: kamu mengatakannya sekali, dengan sepenuh hati, lalu IF yang menunggu sementara kamu sibuk antar-jemput sekolah, ulang tahun, dan sisa hidupmu. Kalau suatu hari waktunya pas, IF bisa membawamu ke tempat yang memang seharusnya sejak awal.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Berapa lama sebaiknya berkencan sebelum mengenalkan pasangan ke anak-anak?
Cukup lama sampai hubungan kalian eksklusif dan kamu yakin hubungan itu punya masa depan — bagi kebanyakan orang, setidaknya beberapa bulan. Stabilitas adalah ukuran yang lebih baik daripada kalender: apakah kamu akan kaget kalau dia sudah tidak ada dalam setahun? Anak yang pernah mengalami perpisahan cepat lekat, jadi orang dewasa yang datang dan pergi juga merupakan kehilangan bagi mereka.
Haruskah langsung memberi tahu teman kencan bahwa kamu punya anak?
Ya. Cantumkan di profil dan sebutkan sebelum kencan pertama. Bagikan fakta anak sejak awal, dan detail — nama, usia, foto, sekolah — jauh kemudian.
Apakah egois kencan sebagai orang tua tunggal?
Tidak. Menginginkan teman sesama orang dewasa dan cinta bukanlah egois, dan orang tua yang lebih bahagia sering kali juga lebih tenang. Ini baru jadi masalah kalau kencan mengambil apa yang dibutuhkan anak-anakmu.
Bagaimana orang tua tunggal cari waktu untuk kencan?
Gunakan waktu yang sudah ada — istirahat makan siang, hari-hari giliran orang tua yang lain, malam setelah anak-anak tidur — dan atur malam pengasuh rutin, supaya kencan jadi rutinitas, bukan kerepotan. Malam hari, saat rumah sudah sepi, adalah waktu paling pas untuk aplikasi seperti IF: beberapa menit untuk Like, atau satu IF yang jujur, dan sisa malam jadi milikmu. Sejak awal, beri tahu siapa pun yang sedang kamu temui bahwa rencana bisa berubah kalau anak sakit; cara mereka menanggapinya akan banyak memberitahumu tentang mereka.
Haruskah memberi tahu mantan bahwa kamu sedang berkencan?
Tidak untuk setiap kencan. Beri tahu dia sebelum pasangan baru bertemu anak-anak, singkat dan tenang, supaya dia mendengarnya darimu, bukan dari anak-anak. Kalau hubungan kalian sedang tegang, batasi pada hal yang diperlukan untuk pengaturan anak.
Anak-anakmu akan selalu jadi yang utama, dan orang yang tepat justru akan menyayangimu karena itu. Jalani dengan kecepatanmu sendiri: Like untuk seseorang yang baru, atau IF untuk orang yang sejak dulu kamu sukai, yang menunggu sampai waktu kalian pas.