Pacaran di Kampus: Yang Perlu Diketahui Mahasiswa

Entri No. 120 ·

Di tangga batu kampus yang lebar di sela-sela kuliah pada pagi musim gugur yang cerah, seorang perempuan muda berusia sekitar sembilan belas tahun dan seorang laki-laki muda berusia sekitar dua puluh tahun duduk bersebelahan sambil tertawa ditemani dua gelas kopi bawa pulang, mahasiswa lain seusia mereka lewat di belakang dengan tas dan map; sebuah tas tote berwarna merah muda tua tergeletak di tangga di sampingnya, dan semua orang memakai hoodie, jaket, dan jeans polos tanpa tulisan atau logo.

Oleh Tim IF

Pacaran di kampus paling lancar kalau tumbuh dari kehidupan yang sedang kamu bangun di sana, bukan dari buru-buru mencari pasangan di minggu-minggu pertama. Ikutlah berbagai kegiatan, temui orang yang sama secara rutin, dan biarkan persahabatan datang lebih dulu: banyak hubungan mahasiswa dimulai dari teman satu kelompok seminar, rekan satu tim, atau teman dari teman sekamar. Bersikaplah jelas soal apa yang kamu inginkan, pikir dua kali sebelum pacaran dengan orang yang tidak bisa kamu hindari, dan jaga kuliah, pertemanan, serta tidurmu. Tidak ada yang sudah paham semua ini di usia sembilan belas, dan memang tidak perlu.

Ada baiknya juga tahu bahwa tidak ada satu naskah kampus yang baku. Dalam survei besar di AS terhadap lebih dari 20.000 mahasiswa S1, sebagian besar mahasiswa pernah menjalani hubungan eksklusif maupun hubungan yang lebih santai di suatu titik selama kuliah, apa pun yang dikatakan mitos kampus. Dan kampus hanyalah salah satu tempat untuk bertemu seseorang, bukan satu-satunya. Dalam survei YouGov terhadap orang-orang di Inggris, hanya sekitar 6% yang bertemu pasangannya di kampus, naik menjadi sekitar 17% di kalangan orang dewasa termuda.

Kampus juga jago memunculkan perasaan di waktu yang tidak tepat: teman sekelas yang sudah punya pasangan di kampung halaman, sahabat yang baru benar-benar kamu sadari di tahun terakhir, atau orang yang kamu temui di acara organisasi padahal kamu masih bersama seseorang dari rumah. IF dibuat untuk perasaan-perasaan seperti itu. Lajang atau sudah punya pasangan, siapa pun orangnya, kamu bisa memakainya untuk memberi tahu satu orang di kehidupan nyatamu bagaimana perasaanmu, dengan lugas, dan kata-katanya tersimpan aman sampai waktunya tepat untuk bertindak.

Tidak ada tenggat waktu di pekan orientasi

Minggu-minggu pertama kuliah bisa terasa seperti perlombaan mencari pasangan, semua orang seolah bertemu seseorang di malam pertama nongkrong. Sebagian besar itu cuma riuh belaka. Orang-orang sedang kesepian, bersemangat, dan berpura-pura percaya diri padahal tidak, dan banyak pasangan minggu pertama sebenarnya hanyalah dua orang yang takut sendirian. Kalau kamu begitu, tidak apa-apa. Kalau tidak, kamu tidak kehilangan apa pun.

Hubungan yang bertahan cenderung tumbuh dari kontak biasa yang berulang: orang yang duduk di sebelahmu setiap Selasa, orang yang selalu ada di latihan. Sering bertemu seseorang, dalam dosis kecil, adalah salah satu pendorong ketertarikan terkuat, itulah sebabnya efek paparan berulang menjelaskan begitu banyak pasangan kampus. Beri waktu satu semester, bukan satu minggu.

Di mana mahasiswa sebenarnya bertemu orang

  • Organisasi dan klub olahraga. Pertemuan mingguan berarti kamu melihat wajah yang sama, dan selalu ada yang bisa dibicarakan selain diri kalian sendiri.
  • Seminar, laboratorium, dan kelompok belajar. Tenggat bersama menciptakan keakraban yang cepat, dan sesi di perpustakaan jadi rencana pertama yang gampang.
  • Asrama, flat, dan teman-teman mereka. Flat-mu adalah pusat sosial meskipun kamu tak akan pernah pacaran di dalamnya; teman-teman mereka, teman sekelas, dan tamu memperluas lingkaran.
  • Kerja paruh waktu dan relawan. Orang-orang di luar jurusanmu, sering sedikit di luar angkatanmu, dan ada alasan untuk bekerja berdampingan.
  • Nongkrong malam dan pesta. Seru, ramai, dan lebih cocok untuk bertemu orang daripada mengenal mereka; tukar nomor dan lanjutkan obrolan saat siang.
  • Aplikasi. Berguna, terutama di tahun-tahun akhir saat lingkaranmu sudah mapan, dan untuk bertemu orang dari kampus lain di kota yang sama.

Naksir teman sekelas

Tak banyak rasa naksir yang seumum, atau sememecah konsentrasi, naksir pada orang yang duduk tiga baris di depanmu. Stres bersama, lelucon bersama soal dosen, dan alasan mingguan untuk mengobrol, semuanya ikut berperan. Kabar baiknya, satu mata kuliah memberimu cara alami dan tanpa tekanan untuk mencari tahu apakah ketertarikan itu berbalas.

  1. Mulai dari mata kuliahnya. Ajak mengerjakan soal bersama atau bertukar catatan sebelum tenggat. Itu alasan nyata untuk menghabiskan waktu bersama, dan menunjukkan bagaimana dia saat berdua.
  2. Bawa selangkah ke luar kelas. “Mau ngopi bareng setelah ini?” adalah langkah berikutnya yang wajar, dan tetap terdengar ramah kalau jawabannya tidak.
  3. Perhatikan responsnya, bukan harapanmu. Apakah dia membalas, mengusulkan rencana sendiri, berlama-lama setelah seminar? Ketertarikan biasanya terlihat dari usaha.
  4. Tanya dengan jelas, beri jalan keluar yang mudah. “Aku senang banget bisa makin kenal kamu. Mau nggak kita pergi minum, berdua aja? Nggak apa-apa kalau nggak.” Itu jujur, dan tetap menjaga persahabatan apa pun hasilnya.
  5. Sepakat untuk tetap baik. Kalian akan satu seminar, mungkin satu proyek kelompok, sampai lulus. Apa pun yang terjadi, sedikit kehangatan di koridor membuat sisa tahun jauh lebih mudah.

Kalau kamu kesulitan di bagian mengajaknya, cara mengajak seseorang kencan punya lebih banyak cara mengungkapkannya, langsung maupun lewat pesan.

Pacaran dengan orang yang tinggal serumah

Pacaran dengan teman satu flat bisa menyenangkan, dan bisa membuat dapur bersama canggung dalam sekejap. Sebelum terjadi apa-apa, pikirkan sisa tahun yang masih di depanmu dan orang-orang lain di flat. Naksir teman satu flat membahas pertanyaan-pertanyaan yang perlu ditanyakan lebih dulu.

Jaga kuliah, pertemanan, dan tidurmu

Hubungan baru bisa menelan satu semester bulat. Itu bagian dari pesonanya, dan itu juga cara orang jadi keteteran tugas dan kehilangan kontak dengan teman yang masih mereka butuhkan di tahun ketiga. Beberapa kebiasaan membantu: sisakan setidaknya satu malam seminggu untuk teman-temanmu, lindungi minggu-minggu sebelum tenggat dan ujian, dan sadari kalau kamu sudah berhenti datang ke kegiatan yang kamu ikuti di tahun pertama. Hubungan mahasiswa terbaik menyatu ke dalam kehidupan kampus, bukan menggantikannya. Dan kampus hanyalah awal dari satu dekade yang panjang dan menarik: pacaran di usia 20-an membahas apa yang datang setelah lulus.

Masuk kuliah dengan pasangan dari rumah

Banyak orang tiba di kampus sudah punya pasangan, dan sebagian hubungan itu bertahan melewati jarak. Menjalani hubungan jarak jauh butuh usaha dan kebiasaan baik, dan layak dijalani kalau kalian berdua menginginkannya.

Namun kadang, kamu bertemu orang baru dan merasakan sesuatu yang tidak kamu rencanakan. Itu manusiawi, dan itu tidak membuatmu pasangan yang buruk. Yang penting adalah apa yang kamu lakukan dengan perasaan itu. Memulai sesuatu dengannya saat kamu masih bersama seseorang di rumah adalah selingkuh, dan menyembunyikannya berarti berbohong pada orang yang memercayaimu. Kalau hubungan di rumah sudah bukan yang kamu inginkan, itu percakapan yang harus dilakukan dengan jujur, sesuai porsinya. Kalau masih, perasaan baru itu cukup diakui, atau disimpan di tempat yang jujur untuk menunggu.

Di mana IF berperan: dari pekan orientasi sampai wisuda

Kampus membagikan perasaan sesuai jadwalnya sendiri, bukan jadwalmu, dan IF dibuat untuk itu. Lajang atau punya pasangan di rumah, kamu bisa memberi tahu teman seminar, rekan satu tim, atau teman dari teman satu flat persis bagaimana perasaanmu, dengan jujur, dan biarkan waktu yang menyelesaikannya sebelum ada yang bertindak.

Di semester pertamamu, kalau kalian berdua masih lajang dan dia sudah bergabung, sederhana saja: kirim Like, dan begitu dia menerima, obrolan terbuka di mana kamu bisa mengajak ngopi. Kalau kamu datang dengan pasangan dari rumah lalu bertemu seseorang di acara organisasi, atau justru dia yang sudah punya pasangan, kamu bisa mengirim IF: tersegel, maksimal 250 karakter, dan tidak bisa dibuka selama salah satu dari kalian masih terikat. Mengirimnya sama sekali bukan selingkuh, dan kamu berhak merahasiakannya.

Lalu datang wisuda, saat semua orang berpencar, dan sebuah IF bisa menyusul. Kalau Swipe tidak menampilkan mereka, Search menerima email, nomor, atau akun Instagram yang mereka berikan padamu selama kuliah. Kalau mereka belum di IF, alamat email berarti satu undangan singkat, sementara nomor atau akun berarti senyap, dan IF-nya disimpan kalau-kalau mereka bergabung. Sudah di IF? Maka mereka mungkin mendengar bahwa ada IF yang datang, tapi tidak tahu siapa penulisnya atau sepatah kata pun isinya.

Bisa sesederhana: “Tiga tahun duduk sebelahmu di kelas statistik, dan belum sepatah kata pun soal betapa aku suka kamu. Suatu hari, biarkan aku traktir kamu kopi yang bukan dari perpustakaan.”

IF pertamamu gratis, pas untuk kantong mahasiswa. Katakan sebelum foto wisuda, dan biarkan waktu menyusul setelahnya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah hubungan kampus bisa bertahan?

Sebagian bertahan, dan banyak yang tidak, itu normal untuk hubungan yang dimulai di masa penuh perubahan besar. Dalam survei YouGov, hanya sebagian kecil orang di Inggris yang bertemu pasangan mereka saat ini di kampus, meski angkanya lebih tinggi di kalangan orang dewasa muda. Kalau hubungan kampus berakhir, itu tetap mengajarimu banyak soal apa yang kamu inginkan.

Apakah pacaran di tahun pertama itu ide bagus?

Bisa jadi, asal tidak menghalangimu mencari teman dan menemukan pijakan. Banyak hubungan tahun pertama bergerak cepat karena semua hal lain juga bergerak cepat. Jaga kehidupan sosialmu sendiri, dan biarkan hubungan itu mendapat tempatnya di sampingnya.

Bagaimana cara mengajak kencan teman sekelas?

Bangun dulu sedikit waktu berdua, seperti belajar bersama atau ngopi setelah seminar, lalu tanya dengan jelas dan beri dia cara mudah untuk menolak. Tetap bersikap baik di depan umum apa pun hasilnya, karena kalian akan saling bertemu sampai lulus.

Bolehkah pacaran dengan orang di lingkaran pertemananmu di kampus?

Bisa berjalan indah, dan bisa membuat kelompok canggung kalau berakhir buruk. Bicaralah dengannya sebelum kelompok tahu, lanjutkan rencana bersama, dan jangan membuat teman-temanmu memilih pihak. Naksir di lingkaran pertemanan membahas detailnya.

Ikutlah berbagai kegiatan, beranilah, dan biarkan yang baik menghampirimu sepanjang satu semester, bukan satu minggu. Dan kalau orang yang kamu suka muncul di waktu yang salah, katakan lewat IF dan tetap nikmati masa kuliahmu selama IF-mu menunggu.