Perasaan Platonis atau Romantis? Begini Cara Membedakannya
Entri No. 156 ·

Oleh Tim IF
Perasaan platonis ingin persahabatan tetap seperti apa adanya; perasaan romantis menginginkan lebih. Cara paling jelas untuk membedakannya adalah dengan memperhatikan apa yang sebenarnya kamu bayangkan. Kalau kamu membayangkan menggenggam tangannya, menciumnya, atau menjadi orang yang ia temui saat pulang, dan bayangan itu terasa seperti kerinduan, bukan sekadar lintasan pikiran, kemungkinan besar perasaanmu romantis. Kalau yang kamu inginkan adalah lebih banyak waktu, lebih dekat, dan lebih banyak perhatiannya, tapi bayangannya tetap terasa seperti pertemanan, kemungkinan besar itu platonis, sekuat apa pun rasanya. Cemburu, gugup, dan pikiran yang terus terbayang bisa muncul pada keduanya, jadi perhatikan polanya selama berminggu-minggu, bukan hanya satu tanda.
Ini salah satu perasaan yang paling membingungkan, sekaligus paling umum. Persahabatan yang dekat itu intim, dan garis antara menyayangi sahabat dan jatuh cinta padanya tidak tergambar jelas di mana pun. Garisnya bisa makin kabur dalam persahabatan queer, karena naskah-naskah hubungan yang biasa tidak pernah ditulis dengan memikirkan orang sepertimu, dan dalam persahabatan yang sudah bertahun-tahun dan melewati segala hal.
Apa pun yang kamu temukan, perasaan itu layak diperlakukan dengan jujur, dimulai dari dirimu sendiri. IF dibangun atas dasar itu: entah kamu masih lajang atau sedang bersama seseorang, dan entah orang itu sahabat sepuluh tahun atau sepuluh minggu, kamu bisa menuangkan apa yang kamu rasakan ke dalam kata-kata dan bertindak saat waktunya tepat. Kamu tidak harus memutuskan semuanya malam ini.
Kenapa garisnya begitu sulit dilihat
Persahabatan dan cinta berbagi hampir semua bahannya: waktu bersama, kepercayaan, lelucon internal, perasaan dimengerti. Yang membedakan bukan seberapa besar kasih sayangnya, melainkan bentuknya. Psikolog mendeskripsikan cinta bergairah sebagai kerinduan yang kuat untuk menyatu dengan orang lain, tarikan menuju kebersamaan yang biasanya tidak dimiliki persahabatan, sedalam apa pun.
Daya tarik dalam persahabatan juga datang dalam lebih dari satu jenis. Ketika peneliti komunikasi Heidi Reeder mewawancarai pasangan sahabat laki-laki dan perempuan, ia mengidentifikasi empat jenis daya tarik yang berbeda dalam persahabatan mereka, di antaranya jenis yang murni persahabatan dan jenis romantis — keinginan untuk menjadi pasangan — dan menemukan bahwa masing-masing bisa sepihak dan bisa berubah seiring waktu. Dengan kata lain, merasa tertarik pada seorang sahabat tidak otomatis berarti ingin berpacaran dengannya.
Pertanyaan untuk dirimu sendiri
Tidak ada kuis yang bisa memastikannya, tapi beberapa pertanyaan jujur biasanya cukup membawamu hampir sampai ke jawabannya. Jawablah di hari yang tenang, bukan di penghujung malam panjang berdua.
- Aku ingin lebih dari yang sekarang, atau sesuatu yang berbeda? Kerinduan platonis biasanya menginginkan lebih banyak waktu dan kedekatan. Kerinduan romantis menginginkan kedekatan yang berbeda jenisnya.
- Apa yang terjadi saat aku membayangkan dekat secara fisik dengannya? Menggenggam tangan, ciuman, tertidur di sofa berdua: perhatikan apakah pikiran itu terasa hangat dan biasa saja, atau membuat perutmu mulas.
- Bagaimana perasaanku saat ia menyebut orang yang ia sukai? Sekilas rasa protektif, atau rasa kehilangan, itu wajar dalam persahabatan. Tapi rasa hancur dan keinginan spesifik agar itu kamu, itu bicara lebih banyak.
- Aku ingin jadi orang terpentingnya, atau salah satu orang terdekatnya? Menjadi salah satu dari beberapa sahabat terasa baik-baik saja dalam ikatan platonis. Ingin jadi yang utama adalah tanda romantis.
- Apakah aku gugup di dekatnya dengan cara yang baru? Melatih apa yang mau dikatakan, mengecek penampilan, memaknai setiap kata-katanya: ini cenderung muncul bersama rasa cinta.
- Ini tentang dia, atau tentang apa yang ia wakili? Kadang sebuah perasaan sebenarnya adalah kekaguman, kesepian, atau keinginan untuk jadi seperti seseorang, dan perasaan itu menempel pada orang baik yang paling dekat.
- Kapan mulainya? Perasaan yang muncul setelah putus, pindah, atau satu malam panjang penuh obrolan bisa jadi nyata, atau bisa jadi hanya momennya yang bicara. Beri waktu untuk menunjukkan yang mana.
Kalau kamu menyadari diri sendiri jatuh cinta pada sahabat dekat lagi dan lagi, gaya kelekatanmu mungkin jadi bagian dari ceritanya.
Perasaan yang mudah disalahartikan sebagai cinta
Naksir secara platonis
Kamu bisa terpesona oleh sahabat baru — ingin terus berada di dekatnya, berharap ia menyukaimu, merasa senang saat ia mengirim pesan — tanpa keinginan sama sekali untuk berpacaran dengannya. Sebagian orang menyebutnya naksir platonis. Itu perasaan yang nyata dan menyenangkan. Hanya saja bukan perasaan yang sama.
Kekaguman
Ingin jadi seperti seseorang bisa terasa sangat mirip dengan ingin bersama orang itu. Kalau yang menarikmu terutama adalah kepercayaan dirinya, bakatnya, atau gayanya, dan lamunanmu tentang berada di dunianya bukan bersamanya, mungkin itu kekaguman.
Kesepian atau masa sepi
Sahabat yang hadir di masa kesepian bisa menjadi pusat begitu banyak perasaan. Itu tidak membuatnya palsu, tapi ada baiknya kamu bertanya apakah kamu akan merasa sama kalau bagian lain hidupmu lebih penuh.
Daya tarik fisik semata
Merasakan daya tarik pada sahabat itu wajar, dan tidak harus berarti lebih dari itu. Perasaan romantis menambahkan keinginan untuk bersama; daya tarik saja bisa sekadar disadari lalu dibiarkan.
Cemburu dalam persahabatan
Merasa kurang nyaman saat sahabat mulai berpacaran, atau punya sahabat baru, adalah bagian normal dari menyayangi sahabatmu. Itu baru menjadi tanda romantis kalau disertai keinginan spesifik untuk menjadi orang yang ia pacari.
Tanda-tanda bahwa ini mungkin romantis
Tidak ada satu tanda yang memastikannya, tapi kumpulan tanda berikut selama beberapa minggu biasanya cukup:
- Kamu memikirkannya dengan cara yang berbeda: tangannya, suaranya, bagaimana rasanya menciumnya.
- Pujian darinya terasa lebih dalam daripada pujian dari siapa pun.
- Kamu ingin ia melihatmu sebagai lebih dari sahabat, dan kamu berpakaian, berbicara, atau merencanakan sesuatu dengan itu dalam pikiran.
- Rencana berkelompok terasa mengencerkan kebersamaan, bukan bonus.
- Kamu sudah membayangkan mengatakannya, lebih dari sekali.
- Membayangkan ia hidup menetap bersama orang lain meninggalkan rasa perih, bukan sekadar angkat bahu.
- Teman-teman lain mulai bertanya apakah ada sesuatu di antara kalian.
Kalau sebagian besar itu terasa benar, kamu mungkin sudah punya jawabannya, dan panduan kami tentang jatuh cinta pada sahabat sendiri adalah langkah berikutnya.
Apa yang bisa dilakukan saat kamu belum yakin
- Beri waktu. Perasaan romantis cenderung bertahan dan makin tajam; perasaan yang bukan romantis cenderung mereda.
- Jaga persahabatan tetap normal. Mengujinya, menjauh, atau memberi kode bisa membuat persahabatan tegang bahkan sebelum kamu tahu apa yang kamu rasakan.
- Tuliskan. Beberapa baris tentang apa yang kamu rasakan, dan kapan, bisa mengungkap pola yang mungkin terlewat sehari-hari.
- Bicaralah dengan seseorang di luar persahabatan itu, idealnya orang yang tidak mengenal kalian berdua cukup dekat untuk bergosip.
- Tunda kesimpulan besar sampai pagi. Perasaan jam 2 pagi, atau setelah beberapa gelas, bisa jadi nyata, tapi kejernihannya belum tentu.
Kalau kamu memutuskan menyimpan perasaan itu untuk sekarang, tetap berteman dengan orang yang kamu sukai membahas cara melakukannya tanpa kehilangan dirimu sendiri.
Kalau kamu memutuskan ini romantis
Maka ada pilihan yang harus kamu ambil, dan tidak ada yang salah. Kamu bisa mengatakannya di momen tenang dan pribadi, sambil menegaskan bahwa persahabatan tetap penting apa pun jawabannya. Kamu bisa membiarkannya tumbuh terbuka dulu, dengan lebih banyak waktu berdua. Atau kamu bisa mengatakannya dengan cara yang menunggu momen yang tepat. Memulai sebagai sahabat adalah salah satu cara paling umum bagi pasangan untuk memulai, seperti yang ditunjukkan penelitian tentang berapa banyak pasangan yang mulai sebagai sahabat.
Beberapa situasi punya panduannya sendiri: naksir teman satu lingkaran kalau kalian berbagi lingkaran pertemanan, dan naksir sahabat straight kalau kamu gay atau bi dan dia tidak.
Di mana IF berperan: untuk perasaan yang masih coba kamu kenali
IF ada supaya perasaan seperti ini punya tempat yang jujur untuk dituju. Lajang atau sedang dalam hubungan, dan siapa pun orangnya, kamu bisa menuangkan apa yang kamu rasakan untuk seseorang di kehidupan nyatamu ke dalam kata-kata, dan bertindak saat waktunya tepat.
Kalau kalian berdua lajang dan sahabatmu sudah punya profil, jalur paling langsung adalah Like, dan setelah ia menerimanya kalian bisa bicara di sana. Kalau salah satu dari kalian sedang bersama seseorang, atau sahabatmu belum bergabung, IF memungkinkanmu mengatakannya sekarang: pesan tersegel hingga 250 karakter. Kamu bisa menemukannya saat swipe, atau di Search lewat alamat email, nomor telepon, atau handle Instagram apa pun yang pernah diberikan sahabatmu. Alamat email mendapat satu undangan singkat; nomor telepon atau handle tidak mengirim apa pun, jadi IF-nya hanya menunggu kalau-kalau ia mendaftar. Kirim lewat Search ke sahabat yang belum bergabung dengan IF, dan kartu IF itu akan menampilkan Confide in Mutuals: kalimat siap pakai untuk kamu teruskan ke teman-teman bersama kalian, meminta mereka memberi petunjuk bahwa ada pesan yang menunggu, beserta satu baris untuk media sosialmu. Mau pakai salah satunya atau tidak, dan kepada siapa kamu bercerita, itu terserah kamu.
Tidak ada percakapan yang bisa dimulai di IF selama salah satu dari kalian punya pasangan, jadi IF tidak pernah menempatkan persahabatan, atau hubungan siapa pun, dalam posisi sulit. Kalau sahabatmu memakai IF, ia mungkin mendapat notifikasi bahwa ada IF yang menunggu; notifikasi itu tidak akan menyebut dari siapa atau isinya apa sampai diungkap, meski dalam persahabatan sedekat ini ia mungkin sudah menduga. Tulislah sesuatu yang akan membuatmu senang kalau ia membacanya.
IF pertamamu gratis. Katakan sekali, dengan jujur, lalu lanjutkan jadi sahabatnya sambil waktunya menemukan jalannya sendiri.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bisakah perasaan platonis berubah jadi romantis?
Bisa, dan sering. Banyak kisah cinta tumbuh dari persahabatan yang sepenuhnya platonis selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Perubahannya bisa bertahap, atau datang tiba-tiba setelah pengalaman yang dilalui bersama. Perasaan juga bisa bergerak ke arah sebaliknya dan kembali mengendap menjadi persahabatan.
Apa itu naksir platonis?
Keinginan kuat untuk dekat dengan seseorang sebagai sahabat: menginginkan perhatiannya, mengaguminya, berharap ia menyukaimu, tanpa keinginan untuk berpacaran dengannya. Ini umum, terutama dengan sahabat baru, dan biasanya mengendap menjadi persahabatan dekat yang biasa.
Apakah normal merasa cemburu saat sahabat mulai berpacaran?
Sangat normal. Kamu kehilangan sebagian waktunya dan perhatiannya, dan merindukan itu adalah bagian dari menyayangi sahabat. Baru perlu ditelaah lebih dalam kalau kecemburuan itu tentang ingin menjadi orang yang ia pacari.
Bisakah kamu tertarik pada sahabat tanpa punya perasaan romantis?
Bisa. Menyadari bahwa sahabatmu menarik itu wajar dan tidak harus berarti lebih dari itu. Perasaan romantis menambahkan keinginan untuk bersamanya sebagai pasangan; daya tarik saja bisa sekadar disadari lalu dibiarkan.
Apa pun yang kamu temukan, perasaan itu bukan sesuatu yang perlu membuatmu malu. Kalau ternyata romantis, katakan saat kamu siap, langsung atau lewat IF, dan jaga persahabatan tetap utuh sambil kamu mencari tahu ke mana arahnya.