Apa Itu Bids for Connection?

Entri No. 139 ·

Di balkon kecil sebuah kota pada malam musim panas yang hangat, seorang perempuan berusia sekitar dua puluh empat tahun dan seorang laki-laki berusia sekitar dua puluh lima tahun bersandar pada pagar balkon berdampingan, perempuan itu menunjuk sesuatu di jalan di bawah sementara laki-laki itu mencondongkan badan untuk melihat, keduanya tersenyum; bunga geranium merah muda pekat dalam pot diletakkan di pagar, jendela-jendela flat tetangga yang menyala berpendar di belakang mereka, dan keduanya mengenakan kaus polos dan kardigan tipis tanpa tulisan atau logo.

Oleh Tim IF

Bids for connection adalah cara-cara kecil orang saling meraih perhatian, kasih sayang, atau dukungan: komentar soal cuaca, helaan napas di penghujung hari, tautan yang dikirim saat makan siang, “Lihat anjing itu!” Psikolog John Gottman menemukan bahwa cara pasangan menanggapi momen-momen kecil ini—dengan menanggapinya, mengabaikannya, atau menyerang balik—adalah salah satu tanda paling jelas apakah sebuah hubungan akan bertahan. Pasangan yang tetap bersama jauh lebih sering menanggapi isyarat satu sama lain. Kabar baiknya, menyadari isyarat ini adalah kebiasaan, dan kebiasaan bisa dibangun.

Kalau kamu pernah merasa kesepian padahal sedang duduk tepat di samping pasanganmu, sering kali penyebabnya adalah rentetan isyarat yang terlewat. Sebenarnya tidak ada yang salah. Raihan-raihan kecil itu terus dibiarkan tanpa jawaban, sampai kalian berdua berhenti melakukannya.

Dalam arti tertentu, setiap IF juga sebuah isyarat. IF adalah aplikasi untuk meraih dengan jujur, apa pun status hubunganmu dan siapa pun yang membuatmu merasa sesuatu: yang lajang maupun yang sedang berpacaran mengambil perasaan yang bermula di dunia nyata, memberinya kata-kata yang jujur, lalu menunggu momen yang tepat untuk bertindak. Itu versi besarnya. Artikel ini terutama membahas versi kecilnya, yang justru paling banyak berperan dalam sebuah hubungan.

Seperti apa bentuk sebuah isyarat

Sebuah isyarat adalah segala upaya untuk mendapatkan perhatian, minat, kasih sayang, atau dukungan pasangan. Sebagian jelas. Banyak yang begitu kecil sehingga mudah terlewat:

  • Komentar yang sebenarnya sebuah ajakan: “Tempat itu kayaknya enak buat makan malam.”
  • Membagikan sesuatu: meme, lagu, cerita dari kantor.
  • Pertanyaan yang meminta lebih dari sekadar jawaban: “Kamu capek?”
  • Permintaan bantuan: “Bisa lihat email ini sebentar sebelum aku kirim?”
  • Helaan napas, peregangan, sentuhan tangan di bahu sambil lewat.
  • Lelucon, terutama yang lama dan hanya kalian berdua yang mengerti lucunya.

Di baliknya, hampir semua isyarat menanyakan hal yang sama: kamu bersamaku? Menjawab ya, bahkan dengan satu kata, itulah yang membuat dua orang tetap merasa dekat.

Tiga cara menanggapi isyarat

Misalnya pasanganmu melihat ke luar jendela dan berkata, “Wah, lihat langitnya.” Kerangka Gottman membagi kemungkinan jawabannya menjadi tiga:

  • Menanggapi: kamu ikut melihat dan bergabung. “Cantik banget. Mau kita bawa tehnya ke luar?” Bahkan “Oh, iya ya” yang hangat sudah terhitung.
  • Mengabaikan: kamu terus menggulir layar, atau menjawab hal lain sama sekali. Isyarat itu hilang begitu saja.
  • Menyerang balik: kamu merespons dengan kesal. “Aku sibuk, jangan diganggu dong.”

Mengabaikan biasanya bukan disengaja. Itu terjadi saat kita lelah, teralihkan, atau menganggap momen itu tidak penting. Tapi bagi orang yang mengirim isyarat, diabaikan dan ditolak rasanya bisa sangat mirip.

Kenapa momen sekecil itu berarti

Temuan Gottman yang paling banyak dikutip berasal dari penelitian terhadap pasangan yang baru menikah. Mereka yang masih bersama enam tahun kemudian telah menanggapi 86% isyarat satu sama lain, sementara pasangan yang kemudian bercerai hanya menanggapi 33%. Jawaban-jawaban kecil, yang diulang ribuan kali, berubah menjadi perasaan bahwa ada seseorang yang selalu mendukungmu—atau perasaan bahwa tidak ada.

Program penelitian yang sama juga mengamati pasangan yang baru menikah saat sedang berdebat maupun dalam suasana santai sehari-hari, dan pasangan yang tetap menjaga kehangatan serta humor bahkan saat membahas masalah lebih cenderung bertahan bersama. Kehangatan itu tidak muncul tiba-tiba saat bertengkar. Ia dibangun dalam momen-momen biasa sebelumnya, satu demi satu isyarat yang ditanggapi, yang merupakan bagian dari apa yang membuat hubungan bertahan lama.

Kenapa isyarat terlewat

  • Ponsel. Dalam sebuah survei terhadap orang yang sedang berpacaran, hampir separuh mengatakan pernah diabaikan pasangannya karena ponsel, dan hampir seperempatnya mengatakan hal itu pernah memicu konflik. Setiap lirikan ke layar adalah momen ketika sebuah isyarat bisa lewat tanpa terlihat.
  • Kelelahan dan stres, yang mempersempit perhatian kita hanya pada apa yang ada tepat di depan mata.
  • Isyarat tersembunyi. “Kamu lapar?” bisa berarti “Aku ingin makan malam bersamamu.” Kalau kamu hanya menjawab pertanyaan literalnya, pertanyaan yang sebenarnya tidak terjawab.
  • Gaya yang berbeda. Satu orang mengirim isyarat dengan lantang dan sering; yang lain dengan pelan dan jarang, sehingga mudah terlewat.
  • Dendam lama, yang membuat kita kurang terdorong untuk menanggapi seseorang bahkan ketika kita menyadari mereka sedang meraih.

Cara menangkap lebih banyak isyarat pasanganmu

  1. Saat pasanganmu mulai bicara, letakkan ponsel menghadap ke bawah. Ini perubahan paling sederhana dengan efek paling besar.
  2. Tanggapi isyarat kecil dengan cara kecil. Senyum, tawa kecil, genggaman tangan sudah cukup; menanggapi tidak butuh percakapan panjang.
  3. Pelajari gayanya. Tanyakan, “Apa saja cara kecil kamu meraihku yang mungkin aku lewatkan?” Jawabannya bisa bikin kaget.
  4. Dengarkan pertanyaan di balik pertanyaan. Komentar soal hari yang melelahkan sering kali adalah isyarat minta ditenangkan, bukan minta saran.
  5. Tanggapi meski tidak bisa sepenuhnya fokus: “Aku benar-benar mau dengar. Kasih aku lima menit buat selesaikan email ini, ya?”

Cara mengirim isyarat yang lebih mudah ditangkap

Tanggung jawab berlaku dua arah. Kode-kode dan ujian diam-diam adalah isyarat yang menyamar, dan isyarat yang menyamar mudah terlewat. Kalau kamu ingin dipeluk, minta pelukan. Kalau kamu ingin bercerita soal harimu, katakan, “Boleh aku cerita soal sesuatu yang tadi terjadi?” Bersikap langsung bukan berarti tidak romantis. Itu memberi pasanganmu peluang terbaik untuk menanggapinya dengan tepat, dan isyarat yang lugas adalah bagian dari berkomunikasi lebih baik dalam hubungan.

Saat kamu sadar telah melewatkan satu isyarat

Isyarat yang terlewat hampir selalu bisa diperbaiki. “Maaf, aku tadi melamun. Tadi kamu bilang apa?” mengubah pengabaian menjadi tanggapan yang terlambat beberapa detik, dan itu tetap terhitung. Kalau kamu menyadari ada pola, misalnya selalu sibuk dengan ponsel saat pasanganmu pulang, katakan dan ubah, bukan minta maaf setiap kali. Cara minta maaf ke pasangan membahas apa yang membantu ketika sebuah momen yang terlewat benar-benar melukai.

Eksperimen satu minggu

Kalau semua ini terdengar abstrak, coba saja selama seminggu. Setiap malam, ceritakan satu isyarat yang kamu kirim hari itu dan satu isyarat yang kamu tangkap dari pasanganmu. Jangan dinilai atau dijadikan bahan keluhan; cukup sebutkan. Kebanyakan pasangan terkejut betapa banyak isyarat yang mereka kirim tanpa sadar, dan betapa banyak yang selama ini terlewat. Di akhir minggu, kalian berdua akan menangkap lebih banyak isyarat, tanpa perlu berusaha keras.

Isyarat sebelum hubungan dimulai

Isyarat bukan hanya untuk pasangan. Teman yang terus mengirimimu lagu, rekan kerja yang selalu menyimpan kursi untukmu: ketertarikan awal sering kali berupa rangkaian isyarat kecil, menunggu untuk melihat apakah kamu menanggapinya. Kalau kamu penasaran apakah itu yang sedang terjadi, tanda-tanda seseorang menyukaimu mungkin bisa membantumu membacanya.

Di mana IF berperan: isyarat yang bisa menunggu

Sebagian besar isyarat dijawab dalam hitungan detik: lirikan, tawa, “Lihat itu”. Sebagian harus menunggu, karena salah satu dari kalian sedang bersama orang lain, dan itu pun butuh tempat untuk disimpan.

IF adalah tempat itu: aplikasi kencan untuk meraih dengan jujur, lajang maupun sedang berpacaran, siapa pun yang membuatmu merasa sesuatu. Kamu mengambil ketertarikan yang bermula di dunia nyata, seperti teman yang terus mengirimimu lagu, menuangkannya ke dalam kata-kata, dan menunggu momen yang tepat untuk bertindak. Antara dua orang lajang di IF, isyaratnya adalah Like, dan Like yang diterima membuka obrolan. Kalau salah satu dari kalian sudah punya pasangan, itu menjadi IF: maksimal 250 karakter, tersegel sampai kalian berdua sama-sama lajang. Bunyinya mungkin: “Setiap lagu yang kamu kirim selalu aku putar ulang. Aku sedang berpacaran dan aku tidak meminta apa-apa, tapi hariku jadi lebih baik karena kamu. Kalau suatu saat waktunya pas, ngopi yuk?”

Mereka mungkin mendengar bahwa ada sesuatu yang menunggu, tapi bukan namamu atau kata-katamu. Tidak ada yang terbuka di IF selama masih ada pasangan, dan itulah sebabnya, bagi siapa pun yang sudah punya pasangan, IF mengalahkan semua aplikasi kencan lain: IF bukan tempat untuk main mata di belakang; sebaliknya, IF melindungi hubungan yang sedang dibangun oleh isyarat-isyarat kecilmu di rumah. Menandai dirimu sedang berpacaran akan mengosongkan Like dan obrolanmu, tapi akunmu tetap ada, sehingga isyarat seperti ini masih bisa sampai kepadamu.

Naksir seperti itu wajar, tidak perlu merasa bersalah: itu isyarat yang belum kamu kirim, bukan pengkhianatan. Selingkuh berarti menindaklanjutinya saat kamu sedang bersama seseorang, berbohong berarti menyangkalnya kepada pasangan yang bertanya, dan keduanya salah. Sebuah IF bukan keduanya. IF itu privat: tidak ada yang berhak tahu kamu mengirimnya, termasuk pasangan, dan diam tidak merugikan siapa pun. Cara mengirim IF yang sempurna akan membantumu memilih kata-kata, dan IF pertamamu gratis. Kirim isyarat itu sekali, dengan hangat; mungkin itu isyarat paling berani yang pernah kamu buat.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa saja contoh bids for connection?

Menunjuk sesuatu (“Lihat itu!”), membagikan kabar atau video lucu, meminta bantuan, helaan napas atau peregangan di dekat pasangan, sentuhan sambil lewat, lelucon internal, atau pertanyaan seperti “Mau jalan-jalan?” Apa pun yang mengajak orang lain berbagi momen adalah sebuah isyarat.

Apakah pesan teks termasuk bids for connection?

Sering kali, ya. Meme, foto sesuatu yang mengingatkannya padamu, atau “Gimana harimu?” adalah raihan kecil untuk terhubung. Kamu tidak harus langsung membalas, tapi balasan yang hangat, bahkan singkat, berarti menanggapinya.

Berapa banyak isyarat yang dikirim pasangan dalam sehari?

Tidak ada angka pasti, dan sangat bervariasi antar pasangan dan antar hari. Yang penting bukan jumlahnya, tapi proporsi yang ditanggapi dengan hangat. Pasangan yang menanggapi sebagian besar isyarat satu sama lain cenderung merasa dekat bahkan di hari-hari sibuk.

Bagaimana kalau pasanganku jarang mengirim isyarat?

Mungkin mereka mengirim isyarat pelan yang kamu lewatkan, atau mereka sudah berhenti setelah rentetan isyarat tak terjawab. Mulailah dengan menanggapi isyarat kecil yang kamu sadari, dan tanyakan dengan lembut apa yang membuat mereka merasa terhubung. Isyarat cenderung kembali ketika mulai ditangkap.

Tanggapi raihan-raihan kecil, dan kirim isyaratmu sendiri dengan lugas. Dan kalau isyarat yang paling ingin kamu kirim baru pantas disampaikan nanti, tuliskan sebagai IF dan biarkan waktu yang menyusul.