Perlukah Bilang ke Pasangan Kalau Aku Naksir Orang Lain?

Entri No. 051 ·

Pada suatu malam musim panas di acara kumpul-kumpul di atap rumah teman, seorang perempuan dan seorang laki-laki klimis tanpa jenggot, keduanya berusia pertengahan dua puluhan, duduk berdekatan di tembok rendah, agak menjauh dari rombongan; si perempuan memakai tank top polos dan celana jeans lebar, si laki-laki memakai overshirt polos. Si perempuan bicara dengan sungguh-sungguh, sementara si laki-laki mendengarkan sambil menghadap ke arahnya, tangannya bertumpu di atas tangan si perempuan, dan selimut merah muda tua menutupi lutut mereka; di belakang mereka teman-teman tertawa mengelilingi meja di bawah untaian lampu hias, suasananya hangat dan penuh harapan.

Oleh Tim IF

Haruskah kamu bilang ke pasangan kalau kamu naksir orang lain? Boleh saja, dan nggak ada yang memalukan dari itu, tapi kamu juga nggak selalu harus bilang. Naksir itu perasaan, bukan pengkhianatan, dan membiarkan rasa naksir yang sekilas memudar dengan sendirinya bukan berarti kamu membohongi siapa pun. Bilang ke pasangan paling ada gunanya kalau rasa naksir itu mulai mengubah apa yang kamu lakukan, kalau orangnya ada di kehidupan kalian berdua, kalau kamu mendapati dirimu menyembunyikan sesuatu, atau kalau perasaan itu makin besar, bukan memudar. Kalau kamu bilang, jadikan itu obrolan tentang kalian berdua — apa yang sudah ditunjukkannya padamu, dan apa yang kamu lakukan soal itu — bukan laporan tentang orang lain itu.

Kamu menimbang-nimbang hal ini saja sudah menunjukkan hal baik tentang dirimu. Perasaan yang melintasi batas hubungan itu normal, jujur, dan nggak perlu kamu sembunyikan dari siapa pun, termasuk pasanganmu. Batas yang penting cuma selingkuh dan bohong, dan keduanya salah. Semua yang belum sampai ke sana adalah keputusanmu, termasuk apakah gebetanmu suatu hari akan tahu atau nggak. Kamu bisa bilang ke gebetanmu, tapi membuka diri seperti itu ada risikonya. Mungkin kamu lebih baik mengirim IF, pesan tersegel yang baru terbuka setelah kalian berdua sama-sama single, supaya kalau suatu hari waktunya pas, kamu ada di sana untuk menunjukkan betapa kamu selalu suka sama dia. IF adalah aplikasi kencan untuk semua orang, baik yang single maupun yang punya pasangan, dan nggak ada obrolan yang bisa dimulai di IF selama salah satu dari kalian masih punya pasangan.

Kalau kamu masih mencari tahu apa arti rasa naksir itu sendiri, mulai dari naksir orang lain saat kamu punya pasangan.

Apakah lebih baik merahasiakan rasa naksir?

Perbedaan antara pribadi dan rahasia adalah inti dari seluruh keputusan ini. Perasaan pribadi adalah perasaan yang kamu sadari, kamu akui dalam hati, lalu kamu biarkan; kamu nggak wajib melaporkan setiap getar ketertarikan. Rahasia adalah perasaan yang kamu kelola secara aktif: pesan yang kamu hapus, makan siang yang nggak kamu ceritakan, rute ke dapur yang kebetulan selalu lewat meja dia. Yang pertama adalah bagian dari punya dunia batin. Yang kedua sudah memakan ruang dalam hubunganmu, dan begitu butuh kebohongan untuk menopangnya, itu sudah melewati batas.

Kebanyakan rasa naksir tetap kecil. Dalam studi tentang orang dewasa dalam hubungan eksklusif, naksir orang lain selain pasangan itu umum, orang-orang kebanyakan menggambarkan apa yang mereka dapat dari perasaan itu dengan kata-kata yang menyenangkan — sedikit deg-degan, rasa percaya diri yang naik — dan sangat sedikit yang mengira itu akan jadi sesuatu yang lebih. Rasa naksir seperti itu jarang perlu diumumkan, meski kamu boleh saja melakukannya.

Jadi pertanyaan yang lebih baik daripada “haruskah aku mengaku?” adalah “apa yang aku lakukan supaya ini tetap tersembunyi?” Kalau jawabannya nggak ada, kamu bisa membiarkannya. Kalau jawabannya satu daftar, masalahnya ada di rahasia itu, bukan di perasaannya.

Kapan kamu sebaiknya bilang ke pasangan

Bilang ke pasangan sepadan dengan rasa canggungnya begitu rasa naksir itu mulai menyentuh hubungan kalian. Biasanya begitu kalau:

  • Perilakumu berubah: makin sering main ponsel, makin banyak alasan untuk pulang telat, makin sedikit perhatian di rumah.
  • Orangnya ada di kehidupan kalian berdua — teman pasanganmu, saudaranya, rekan kerja yang dia kenal — jadi pasanganmu akan terus bertemu dengannya.
  • Kamu mulai menyembunyikan sesuatu dari pasanganmu, sekecil apa pun.
  • Perasaan itu makin besar, bukan memudar.
  • Kalian sudah sepakat sebagai pasangan untuk terbuka soal ketertarikan pada orang lain, atau pasanganmu memintamu untuk terbuka.

Yang makin besar inilah yang paling penting. Peneliti yang mengikuti orang-orang yang sedang naksir selama setahun menemukan bahwa dalam hubungan yang bahagia, rasa naksir yang kecil nggak banyak berpengaruh, tapi kepuasan cenderung turun kalau rasa naksir yang kuat terus bertahan, atau kalau hubungannya memang sudah sedang sulit. Itulah keputusannya dalam versi mini: rasa naksir yang memudar diam-diam boleh kamu lepaskan, sementara yang bertahan sedang memberitahumu sesuatu tentang hubunganmu, dan pasanganmu adalah separuh lainnya dari hubungan itu.

Kalau kamu sudah melangkah lebih jauh — pesan pribadi, curhatan yang nggak ingin kamu biarkan dibaca orang, waktu berdua yang nggak pernah kamu sebut — kamu sudah melewati soal rasa naksir, dan apakah kamu sedang selingkuh secara emosional akan membantumu melihat posisimu. Kalau sesuatu sudah terjadi, ceritakan seluruh kebenarannya: selingkuh menyakiti orang, begitu juga berbohong soal itu.

Saat bilang ke pasangan lebih banyak menolong dirimu sendiri

Kejujuran nggak selalu sama dengan membeberkan semuanya. Sebagian pengakuan sebenarnya cuma pemindahan: bebannya lepas dari kamu dan jatuh ke orang yang kamu cintai. Kalau rasa naksirnya ringan, sudah memudar, dan nggak pernah mengubah apa yang kamu lakukan, bilang ke pasangan bisa jadi cuma menyerahkan rasa khawatir kepadanya demi rasa lega untukmu.

Sebelum bicara, tanyakan tiga hal ini pada dirimu:

  1. Kenapa aku ingin bilang? Supaya lebih dekat dan lebih jujur, atau supaya merasa lebih ringan?
  2. Apa yang aku ingin dia lakukan dengan ini? Menenangkanku, menyepakati batasan, membantuku mengubah sesuatu — atau nggak melakukan apa-apa?
  3. Apakah aku bilang supaya aku bisa bertahan, atau untuk menyiapkan jalan untuk pergi?

Pertanyaan terakhir paling penting. Kalau sebagian dirimu berharap pengakuan itu memicu putus yang tanggung jawabnya nggak mau kamu pikul, ini obrolan soal hubungan, bukan soal rasa naksir, dan obrolan itu layak dibicarakan secara langsung. Haruskah kamu putus karena suka orang lain? ditulis untuk keputusan itu.

Kalau kamu memutuskan untuk nggak bilang, jaga perasaan itu tetap pribadi, bukan rahasia: ceritakan terang-terangan ke seorang teman, dan curahkan perhatianmu ke kehidupan yang kalian jalani bersama. Dan kalau sebagian dirimu ingin gebetanmu tahu suatu hari nanti, lewat IF kamu bisa menuangkannya ke dalam kata-kata, menyegelnya, lalu meletakkannya.

Cara bilang ke pasangan kalau kamu punya perasaan ke orang lain

Entah itu pacar, suami, atau istri, bentuk obrolan yang baik itu sama. Dalam pernikahan, taruhannya bisa terasa lebih besar — rumah bersama, mungkin anak — dan itu alasan untuk lebih cermat memilih waktu, bukan untuk menundanya.

Pilih momen yang tenang

Jangan di tengah pertengkaran, jangan lewat chat, dan jangan tengah malam setelah sebotol wine, tapi saat kalian berdua punya ruang untuk bicara dan nggak sedang buru-buru.

Mulai dari hubungan kalian, bukan dari rasa naksirnya

Alasanmu bilang adalah hal paling menenangkan yang bisa kamu ucapkan, jadi sampaikan itu duluan: kamu nggak mau ada apa pun yang mengganjal di antara kalian. Pasanganmu nggak butuh potret orang itu atau siaran ulang setiap obrolan.

Katakan apa itu, dan apa yang bukan

Bicara apa adanya. Itu perasaan. Belum terjadi apa-apa, kalau memang belum — dan kalau sudah, bilang sekarang, jangan nanti. Ceritakan apa yang kamu lakukan soal itu: jarak yang kamu ambil, batasan yang kamu jaga. Kalau kamu sudah mengungkapkannya lewat IF, atau mungkin akan, kamu bisa bilang itu juga: IF itu tersegel, dan nggak ada obrolan yang bisa dimulai di IF selama kalian masih bersama.

Sebutkan apa yang ditunjukkannya padamu

Rasa naksir sering menunjuk pada sesuatu yang kurang: tawa, perhatian, hal baru, ditanya soal harimu. Kalau itu menunjukkan sesuatu tentang kalian berdua, sampaikan juga, sebagai ajakan, bukan tuduhan.

Biarkan dia bereaksi

Dia mungkin terluka, cemburu, diam, atau marah, dan itu haknya. Jangan berharap langsung ditenangkan atau dipuji karena jujur. Jawab pertanyaannya dengan jujur, termasuk siapa orangnya kalau dia bertanya, lalu beri waktu.

Kalau dirangkai, kira-kira bisa terdengar seperti ini:

“Ada yang mau aku ceritakan, karena aku nggak mau ada rahasia di antara kita. Aku agak naksir seseorang di kantor. Belum terjadi apa-apa — aku sudah berhenti makan siang berdua dengannya. Kayaknya ini sebagian karena akhir-akhir ini kita jarang benar-benar ketemu, dan aku kangen kita. Kita bisa ngobrolin itu?”

Kalau gebetanmu rekan kerja, menetapkan batasan saat naksir rekan kerja membahas seperti apa jarak itu saat kalian masih bekerja berdampingan.

Pasanganku cerita dia naksir orang lain. Terus gimana?

Kalau kamu yang baru diberi tahu, wajar kalau rasanya perih: kamu mungkin cemburu, malu, atau tiba-tiba merasa nggak yakin. Selagi perasaan itu mengendap, pegang satu fakta: pasanganmu memilih untuk cerita. Diam saja sebenarnya lebih gampang, jadi pengakuan seperti itu lebih sering tanda kepercayaan daripada peringatan.

Beberapa respons yang biasanya membantu:

  • Tarik napas dulu sebelum menjawab. “Makasih sudah cerita — aku butuh waktu sebentar” sudah jadi jawaban yang utuh.
  • Tanyakan yang perlu kamu tahu, bukan semuanya: situasinya seperti apa, apa yang dia lakukan soal itu, dan apakah sudah terjadi sesuatu.
  • Sampaikan apa yang kamu butuhkan. Kontak yang dikurangi, rutinitas yang diubah, ngobrol lagi beberapa minggu kemudian — wajar untuk meminta itu.
  • Bicarakan batasannya. Riset tentang cara orang menilai perselingkuhan menemukan bahwa perilaku seksual adalah kasus yang paling jelas, sementara perilaku emosional dan online dianggap perselingkuhan dalam tingkat yang lebih rendah. Kalau kalian belum pernah sepakat di mana batasnya, sekarang saat yang tepat.
  • Jangan hukum kejujurannya. Kalau jujur padamu harus dibayar dengan seminggu didiamkan, hal berikutnya nggak akan diceritakan lagi.

Lebih serius kalau ada hal yang sudah terjadi tapi nggak diceritakan: di situlah kejujuran rusak, bukan di saat perasaan mulai muncul. Kalau perasaannya terus tumbuh, itu layak dibicarakan bersama. Kamu nggak harus menyelesaikan keduanya dalam satu malam, dan bicara dengan seseorang bisa membantu.

Dan kalau pasanganmu menyebut IF, ketahuilah bahwa nggak ada obrolan yang bisa dimulai di sana selama salah satu dari keduanya masih punya pasangan: punya aplikasinya bukan selingkuh, dan IF adalah perasaan yang diungkapkan dengan jujur, bukan sesuatu yang dimulai di belakang siapa pun. Apa artinya kalau pasanganmu pakai IF menjawab kekhawatiran itu secara lengkap.

Di sinilah IF berperan

Itu soal pasanganmu. Sebagian dirimu mungkin ingin gebetanmu juga tahu. Kamu bisa bilang ke dia, dan kejujuran seperti itu berani. Tapi membuka diri seperti itu punya risiko nyata selama kamu masih punya pasangan: bisa dianggap sebagai undangan, bisa membuat pertemanan atau suasana kantor jadi canggung dalam semalam, dan nggak bisa ditarik kembali.

Mungkin kamu lebih baik mengirim IF: pesan pribadi yang tersegel, maksimal 250 karakter, yang baru terbuka setelah kalian berdua sama-sama single. Kalau gebetanmu single, IF-mu terbuka saat kamu mengubah statusmu sendiri jadi single; kalau dia juga punya pasangan, IF itu menunggu sampai kalian berdua single, kecuali dia memilih untuk menghapusnya. Cara kerja IF membahas semua situasinya.

IF itu tersegel, bukan rahasia. Punya IF saat kamu punya pasangan bukan selingkuh, dan IF nggak perlu disembunyikan dari pasanganmu, karena nggak ada obrolan yang bisa dimulai selama salah satu dari kalian masih punya pasangan. IF nggak meminta apa pun dari siapa pun hari ini. IF memberi perasaan itu tempat yang jujur untuk dituju, lalu IF yang menunggu, sementara kamu terus menjalani hidupmu.

Ketahui bagaimana IF sampai ke dia. Kalau gebetanmu pakai IF, biasanya dia akan diberi tahu ada IF yang menunggunya — tapi nggak pernah siapa pengirimnya atau apa isinya. Kalau dia belum pakai IF, IF yang dikirim ke alamat email yang dia berikan padamu akan memicu satu email undangan singkat, tanpa namamu atau kata-katamu; IF yang dikirim ke nomor telepon atau akun Instagram nggak mengirim apa pun dan cuma menunggu, siapa tahu dia bergabung. IF nggak pernah mengungkap pengirim sebelum IF terbuka, tapi orang bisa menebak dari konteks. Pilihannya ada di tanganmu.

IF pertamamu gratis, dan cara mengirim IF yang sempurna akan membantumu menemukan kata-katanya. Katakan sekali dan sungguh-sungguhlah dengan setiap katanya: kalau suatu hari waktunya pas, kamu ada di sana untuk menunjukkan betapa kamu selalu suka sama dia, dan mungkin itu membawamu ke tempat yang memang seharusnya kamu tuju sejak awal.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah nggak sopan bilang ke pasangan kalau kamu naksir orang lain?

Nggak, pada dasarnya nggak. Yang biasanya menyakitkan adalah caranya: terlalu banyak detail, waktu yang salah, atau pengakuan yang meminta dia membereskan perasaanmu. Kalau disampaikan dengan tenang, demi hubungan kalian, rasa naksir terasa jauh lebih nggak mengancam daripada rahasia yang ketahuan belakangan.

Haruskah aku bilang ke pasangan kalau orang yang kutaksir adalah orang yang dia kenal?

Biasanya iya. Dia akan terus bertemu orang itu, dan tahu belakangan rasanya lebih sakit. Fokuskan pada dirimu, bukan pada orang itu, dan sepakati bersama seberapa banyak kontak yang masuk akal; perasaan pada sahabat atau saudara pasangan membahas kasus yang lebih sulit itu.

Apakah bilang ke pasangan akan membuat rasa naksirnya hilang?

Kadang-kadang. Mengungkapkan rasa naksir secara terang-terangan bisa mengikis sebagian misterinya, karena sebagian dayanya sering datang dari kerahasiaan. Waktu melakukan sebagian besar sisanya, dan untuk rasa naksir yang bertahan, menuangkannya ke dalam IF bisa jadi hal yang akhirnya membuatnya tenang.

Haruskah aku bilang ke gebetanku juga?

Boleh, dan sebagian orang senang sudah melakukannya. Tapi dari orang yang punya pasangan, pengakuan gampang dianggap sebagai undangan. Mungkin kamu lebih baik mengirim IF: IF mengatakan semuanya dan nggak meminta apa pun, karena nggak ada obrolan yang bisa dimulai di IF selama salah satu dari kalian masih punya pasangan. IF baru terbuka setelah kalian berdua sama-sama single, jadi kata-katanya sudah ada di sana untuk hari ketika waktu kalian pas.

Naksir itu perasaan, bukan rahasia. Bilang ke pasanganmu kalau memang itu haknya untuk tahu, dan bilang ke gebetanmu lewat IF: katakan sekali, dan kalau suatu hari waktunya pas, kamu sudah ada di sana.