Aku Punya Pasangan tapi Naksir Orang Lain. Harus Gimana?

Entri No. 115 ·

Di dek kapal pesta di pelabuhan saat senja, di bawah untaian lampu hias, seorang pemuda berwajah klimis berusia sekitar dua puluh dua tahun dengan kaus polos duduk bersama teman-temannya mengelilingi meja penuh minuman. Pacarnya bersandar di bahunya, sementara ia memandang dengan senyum tipis ke seberang dek, ke arah seorang perempuan seusianya yang tertawa bersama teman-temannya, dengan bandana merah muda tua terikat di lehernya. Semua mengenakan pakaian musim panas yang santai; suasananya hangat dan diam-diam penuh harapan.

Oleh Tim IF

Punya crush ke orang lain saat kamu sedang punya pasangan itu normal, dan itu sendiri bukan selingkuh. Komitmen nggak mematikan kemampuanmu untuk memperhatikan orang lain, dan perasaan yang melewati batas sebuah hubungan itu jujur, bukan sesuatu yang memalukan. Yang penting adalah apa yang kamu lakukan selanjutnya. Kamu bisa membiarkannya berlalu, bicara dengan pasanganmu, bilang ke orang yang kamu taksir, atau mengatakannya sekali lewat IF, pesan tersegel yang menunggu sampai kalian berdua single. Batasnya cuma dua: selingkuh dan berbohong. Selebihnya, itu keputusanmu.

Kamu bukan pasangan yang buruk karena merasakan ini, dan kamu jelas bukan satu-satunya. Kekhawatiran yang membawamu ke sini biasanya tanda bahwa kamu peduli untuk melakukan hal yang benar.

Kami membuat IF, aplikasi kencan untuk semua orang, baik yang single maupun yang punya pasangan. Nggak ada percakapan yang bisa dimulai di IF selama salah satu dari dua orang itu berstatus punya pasangan, jadi nggak ada yang bisa dimulai di IF tanpa sepengetahuan pasangan. Sebagai gantinya, IF membantumu mengungkapkan perasaan lewat pesan yang menunggu waktu yang tepat.

Apakah wajar naksir orang lain saat punya pasangan?

Iya. Sebuah studi pada orang dewasa dalam hubungan eksklusif menemukan bahwa naksir orang selain pasangan itu umum, bahwa perasaan yang muncul kebanyakan menyenangkan — rasa deg-degan, kepercayaan diri yang naik, sedikit pelarian — dan bahwa sebagian besar orang nggak berharap crush itu berubah jadi sesuatu yang lebih.

Biasanya crush muncul karena alasan yang biasa saja. Hubungan yang sudah lama cenderung jadi rutinitas, dan orang baru membawa getaran hal yang belum dikenal. Kedekatan melakukan sisanya: rekan kerja yang kamu temui tiap hari, orang di tempat panjat tebing yang ingat namamu. Seringkali crush itu bukan soal orangnya, tapi soal bagaimana perasaanmu saat di dekatnya — menarik, diperhatikan, sedikit lebih mirip dirimu sebelum ada jadwal giliran cuci piring.

Crush juga biasanya nggak merusak hubungan seperti yang ditakutkan orang. Sebuah studi yang mengikuti 172 orang yang punya crush selama setahun menemukan bahwa bagi kebanyakan orang, crush itu nggak terlihat merugikan hubungan. Pada sebagian orang, crush muncul bersamaan dengan kepuasan yang menurun, terutama saat hubungannya memang sudah sedang sulit. Getaran sesaat dalam hubungan yang bahagia itu seperti hujan lewat. Crush yang menguasai dan bertahan lama dalam hubungan yang tidak bahagia adalah pesan yang layak dibaca.

Apakah punya crush itu selingkuh?

Bukan. Perasaan bukan tindakan, dan nggak ada orang yang bisa menjanjikan ke pasangannya bahwa dia nggak akan pernah tertarik pada orang lain. Selingkuh ada pada apa yang kamu lakukan: apa yang kamu cari, apa yang kamu katakan, apa yang kamu sembunyikan. Selingkuh itu salah, begitu juga berbohong soal itu. Crush sendiri bukan keduanya.

Soal di mana batasnya, orang ternyata nggak sesepakat yang dikira. Saat peneliti meminta orang menilai perilaku apa saja yang termasuk perselingkuhan, perilaku seksual adalah kasus yang paling jelas. Perilaku emosional, penuh kasih sayang, dan online dinilai sebagai perselingkuhan dalam kadar yang lebih rendah. Setiap pasangan menarik batasnya sendiri — soal makan siang berdua, pesan larut malam, aplikasi kencan di ponselmu — seringkali tanpa pernah mengatakannya terang-terangan.

Jadi pertanyaan yang lebih baik daripada “apakah ini secara teknis selingkuh?” adalah “apakah ini masih jujur?” Crush mulai berubah jadi sesuatu yang lain saat kamu sadar dirimu:

  • Menghapus pesan, atau tidak menyebutkan percakapan yang dulu kamu ceritakan tanpa pikir panjang.
  • Menceritakan hal tentang hubunganmu yang belum kamu bilang ke pasangan.
  • Mengatur waktu untuk berdua saja dengannya, atau muncul di tempat yang kamu tahu dia akan ada.
  • Menggoda “cuma buat lihat” apakah dia membalas godaanmu.
  • Membandingkan pasanganmu dengan dia, dan membiarkan pasanganmu kalah.

Tes paling sederhana adalah kerahasiaan: kalau kamu nggak nyaman pasanganmu membaca setiap pesanmu, kejujuran sudah mulai tergelincir. Kalau kamu merasa sudah melewati titik itu, panduan apakah kamu sedang selingkuh secara emosional akan membantumu memahami posisimu.

Apa arti crush, dan apa yang biasanya bukan artinya

Gampang tergoda untuk membaca crush sebagai vonis atas hubunganmu. Kadang memang begitu. Tapi lebih sering, artinya sesuatu yang lebih kecil.

Mungkin hampir tidak berarti apa-apa

Hal baru punya daya tarik yang kuat. Crush pada orang yang hampir nggak kamu kenal sebagian adalah proyeksi: kamu mengisi bagian yang kosong dengan tebakan yang menyanjung. Biasanya crush itu memudar begitu kehidupan nyata mengisinya.

Mungkin menunjuk pada kebutuhan

Kalau kamu tertarik pada seseorang yang membuatmu tertawa, kapan terakhir kali kamu dan pasanganmu benar-benar tertawa lepas bersama? Kebutuhan itu nyata, dan sebagian mungkin juga bisa terpenuhi di rumah.

Mungkin soal dirimu yang sedang berubah

Crush sering datang di titik balik — pekerjaan baru, pindahan, ulang tahun dengan angka nol di belakangnya. Orang baru itu bisa mewakili dirimu yang baru, dan ada gunanya tahu mana dari keduanya yang sebenarnya menarik hatimu.

Cara melupakan crush saat kamu punya pasangan

Kalau kamu ingin perasaan itu memudar, caranya sama entah kamu punya pacar, suami, atau istri: kurangi perhatian pada fantasi dan tambah perhatian pada hubunganmu.

  1. Akui. Mengatakan “Aku naksir dia” pada dirimu sendiri sudah mengurangi sebagian kekuatannya. Perasaan yang nggak mau kamu akui, bahkan pada dirimu sendiri, justru makin tumbuh.
  2. Berhenti memupuknya. Jangan memutar ulang percakapan, mengecek profilnya, atau mencari makna dari seberapa cepat dia membalas.
  3. Kecilkan volumenya. Kurangi ngopi berdua, perbanyak kumpul bareng teman. Kamu nggak perlu mengumumkan apa pun atau memutus hubungan dengan siapa pun.
  4. Biarkan sosok aslinya terlihat. Makin biasa dia di matamu — suka telat, agak narsis, payah kalau bagi tagihan — makin sedikit ruang untuk fantasi.
  5. Kembali mendekat ke pasanganmu. Apa pun yang diberikan crush itu — hal baru, perhatian, tawa — cari sebagian darinya di rumah.
  6. Cerita ke seseorang: teman, saudara, siapa pun yang kamu percaya. Begitu diucapkan, perasaan itu biasanya mengecil.
  7. Katakan sekali, lalu lepaskan. Sebagian perasaan baru tenang setelah diungkapkan. IF memungkinkanmu mengatakannya padanya, tersegel, tanpa meminta apa pun dari siapa pun, lalu lanjut menjalani hidupmu.
  8. Beri waktu. Kebanyakan crush memudar begitu perhatian padanya berhenti. Kalau crush-mu masih terus tumbuh, bagian-bagian berikut ini untukmu.

Haruskah kamu bilang ke crush-mu?

Bisa. Kejujuran emosional itu berani. Tapi lihat dengan jernih risikonya kalau kamu mengatakannya langsung saat kamu punya pacar, suami, atau istri. Apa pun niatmu, pengakuan dari orang yang sudah punya pasangan bisa ditangkap sebagai ajakan, dan bisa membuatnya bingung apa artinya bagi hubunganmu, atau bagi hubungannya sendiri. Pengakuan itu bisa membuat pertemanan jadi canggung dalam semalam, dan menyodorkan pertanyaan yang belum bisa dijawab oleh kalian berdua.

Bisa jadi, kamu lebih baik mengirim IF. Kamu tulis persis apa yang kamu rasakan sekarang, dalam pesan pribadi yang tersegel, yang nggak bisa dia baca sampai kalian berdua single, dan yang nggak meminta apa pun darinya hari ini. Kalau suatu saat waktunya pas, kamu sudah ada di sana, dengan bukti sudah berapa lama kamu merasakan ini.

Apakah salah mengungkapkan perasaan saat punya pasangan?

Pada dasarnya tidak. Perasaan itu nggak bersalah, dan mengungkapkannya dengan jujur bukan pengkhianatan. Yang membuatnya salah adalah berbohong ke pasanganmu, atau membiarkannya jadi sesuatu yang harus kamu sembunyikan. Risiko praktisnya, pengakuan langsung memancing percakapan yang belum punya arah. IF menyampaikan isi hatimu tanpa membuka percakapan itu.

Bagaimana kalau kamu merasa dia juga suka kamu?

Justru itu makin penting, bukan sebaliknya. Perasaan yang berbalas adalah titik di mana crush paling mudah tergelincir jadi selingkuh — biasanya bukan karena keputusan, tapi karena satu obrolan rahasia yang kebablasan. Kalau koneksinya nyata, IF membiarkannya menunggu dengan jujur: nggak ada percakapan yang bisa dimulai di IF selama salah satu dari kalian punya pasangan. Kalau dia juga punya pasangan, bacaan berikutnya adalah panduan kami untuk saat kalian saling suka tapi sama-sama punya pasangan.

Memutuskan soal hubunganmu

Kamu nggak harus memutuskan apa pun soal hubunganmu sebelum mengirim IF. Mungkin kamu bahagia dengan hubunganmu sekarang dan cuma ingin perasaan itu terucap dan tersimpan di tempat yang aman, atau mungkin kamu masih ragu. Apa pun itu, IF tetap tersegel sampai kalian berdua single. Kalau kamu memutuskan untuk pergi, akhiri hubunganmu dengan baik dan jujurlah soal statusmu, dengan alasan yang benar-benar milikmu sendiri. Kalau saat itu IF-mu masih menunggu, kamu sudah ada di sana. Dan kalau ada yang bilang tidak, atau minta ruang, terima itu sebagai jawabannya.

Haruskah kamu bilang ke pasangan?

Itu pertanyaan yang berbeda, dan cuma kamu yang tahu hubunganmu. Sebagian pasangan bisa ngobrol santai soal crush dan malah merasa makin dekat. Bagi yang lain, mendengar soal perasaan yang toh akan berlalu bisa lebih menyakitkan daripada membantu.

Perasaan bukan hal yang memalukan, dan bukan sesuatu yang harus kamu sembunyikan. Menyimpan perasaan sesaat untuk dirimu sendiri sampai memudar bukan penipuan; menyembunyikan kontak, pesan, atau rencana, itulah penipuan, dan berbohong soal itu salah. Ada baiknya bilang ke pasanganmu kalau crush itu mengubah perilakumu, melibatkan orang yang pasanganmu kenal, atau membuatmu menyembunyikan sesuatu darinya. Kalau kamu sudah mengirim IF, itu juga bisa kamu ceritakan: IF itu tersegel, bukan rahasia, dan nggak ada yang bisa terbuka selama kalian masih bersama. Panduan kami tentang memberi tahu pasangan bahwa kamu punya crush membahas kapan, bagaimana, dan apa yang perlu dikatakan.

Saat crush sebenarnya tentang hubunganmu

Kadang crush bukan masalahnya. Ia adalah pembawa pesan. Mungkin ia sedang memberitahumu sesuatu yang sebenarnya sudah setengah kamu sadari, kalau:

  • Waktu bersama crush-mu terasa seperti oksigen, sementara waktu di rumah terasa seperti menahan napas.
  • Kamu akan merasa lega, bukan sedih, kalau pasangan mengakhiri hubungan.
  • Ini bukan crush pertamamu, dan tiap crush datang lebih cepat dari yang sebelumnya.
  • Kamu dan pasanganmu sudah berhenti membicarakan hal-hal yang penting.

Kalau itu terdengar familier, kamu punya dua pilihan yang jujur: memperbaiki hubungan bersama, atau mengakhirinya dengan baik dan jujur. Keduanya keputusanmu. Haruskah kamu putus karena suka orang lain? membahasnya lebih dalam, dengan satu pertanyaan yang layak kamu ajukan pada dirimu sendiri: apakah kamu tetap akan pergi kalau besok orang yang kamu taksir pindah ke belahan dunia lain? Jawaban apa pun itu jujur. Jawaban itu cuma memperlihatkan keputusan ini sebenarnya soal apa. Apa pun yang kamu putuskan, kamu bisa mengungkapkan perasaanmu pada orang itu lewat IF sekarang. IF itu akan menunggu selagi kamu membereskan sisanya.

Kalau kamu biseksual, panseksual, atau queer dan tertarik pada orang lain

Menjadi biseksual atau panseksual dalam hubungan monogami bukan berarti kamu kehilangan separuh dirimu. Crush pada orang dengan gender yang berbeda dari pasanganmu tetap cuma crush, dan prinsipnya sama: rasakan, jujurlah soal itu, dan tetap berada di sisi garis yang benar.

Yang bisa membuatnya lebih sulit adalah stereotip lama yang nggak adil bahwa orang bi nggak bisa setia. Kalau kamu sudah cukup sering mendengarnya, crush bisa terasa seperti bukti, dan rasa malu cenderung mendorong orang untuk diam-diam. Itu bukan bukti apa pun. Komitmen adalah soal apa yang kamu pilih, dan itu sama untuk semua orang.

Tapi kadang, crush adalah cara seseorang pertama kali menyadari bahwa dirinya bi, gay, atau lesbian saat sedang punya pasangan. Itu layak mendapat ruang dan kelembutan, termasuk dari dirimu sendiri. Bicaralah dengan orang yang kamu percaya, dan jalani sesuai ritmemu sendiri.

Prinsip sama, situasi berbeda

Prinsipnya tetap, tapi praktiknya berubah. Kalau kamu single dan crush-mu yang sudah punya pasangan, panduan kami tentang crush pada orang yang sudah punya pasangan dibuat untukmu.

Rekan kerja

Kamu nggak bisa menjaga jarak terlalu jauh dari orang yang kamu temui tiap hari, jadi batasi obrolan berdua hanya soal kerjaan dan jangan saling jadi tempat curhat. Mengatakannya langsung di kantor punya risiko nyata untuk kalian berdua, jadi IF yang tersegel, yang baru terbuka kalau suatu hari kalian berdua single, mungkin tempat yang lebih aman untuk perasaan itu. Panduan kami tentang naksir rekan kerja saat kamu sudah menikah atau punya pasangan membahas batas soal ‘pasangan di kantor’.

Teman dekat

Naksir teman sendiri adalah yang paling sulit untuk dijauhi, karena menjaga jarak juga bisa membuatmu kehilangan persahabatan. Untuk sementara, lebih sering bertemu ramai-ramai. Mengatakannya langsung mempertaruhkan persahabatan kalian hari ini juga. IF memungkinkanmu mengatakannya tanpa meminta apa pun dari kalian berdua sampai kalian sama-sama single. Kalau sudah lebih dari sekadar crush, baca jatuh cinta pada sahabat saat kamu punya pasangan. Perasaan pada sahabat atau saudara pasanganmu punya panduannya sendiri.

Mantan

Perasaan pada mantan seringkali adalah nostalgia pada suatu masa, bukan pada orangnya: siapa dirimu waktu itu, dan dari apa saja kamu bebas saat itu. Jujurlah pada dirimu soal mana yang sebenarnya. Kalau memang orangnya, IF memungkinkanmu mengatakannya, tersegel, sampai kalian berdua single. Panduan kami tentang masih punya perasaan pada mantan saat sudah bersama orang baru membahasnya lebih jauh.

Kalau kamu sudah menikah

Pernikahan menaikkan taruhannya, tapi nggak mengubah jawabannya. IF tetap bisa membawa perasaanmu, dengan jujur dan tersegel, dan nggak ada yang terbuka kecuali suatu hari kalian berdua single. Kalau perasaanmu sudah lebih dari crush, menikah tapi jatuh cinta pada orang lain ditulis untuk pergulatan yang lebih berat itu.

Kalau kamu sedang berkencan tapi belum eksklusif

Kalau kamu sudah beberapa minggu dekat dengan seseorang tanpa sepakat untuk eksklusif, perasaan pada orang lain bukan pengkhianatan. Itu informasi. Jujurlah pada dirimu soal apa yang kamu mau, lalu pada orang yang sedang kamu kencani. Kalau kamu dan orang yang kamu taksir sama-sama single di IF, itu urusannya Like, bukan IF: Like yang diterima membuka chat.

Saat perasaan itu nggak mau pergi

Bagi kebanyakan orang, crush melunak seiring waktu dan jarak. Bagi sebagian lainnya, crush jadi menguasai: mengecek profilnya berkali-kali sehari, melatih percakapan, mengatur jadwal seminggu demi kesempatan bertemu dengannya. Itu bukan cacat karakter. Kalau perasaan itu mulai menguasai hari-harimu, bicaralah dengan seseorang; kamu nggak harus menghadapinya sendirian.

Di sinilah IF berperan

IF adalah aplikasi kencan untuk yang single dan yang punya pasangan sekaligus, dibangun dari satu gagasan: kamu seharusnya bisa mengungkapkan perasaanmu ke siapa pun, bagaimanapun timing-mu. Dua orang single memakainya seperti aplikasi kencan lain: Like yang diterima membuka chat. Saat salah satu dari kalian berstatus punya pasangan, Like, Match, atau chat nggak mungkin terjadi. Yang bisa kamu kirim adalah IF: pesan pribadi yang tersegel, maksimal 250 karakter, yang menunggu momen yang tepat.

Untuk perasaan seperti yang kamu alami, IF jadi katup pengaman: perasaan itu terucap dengan jujur dan punya tempat yang aman. Kalau orang yang kamu kirimi IF sedang single saat kamu mengubah statusmu sendiri jadi single — keputusan yang cuma bisa kamu ambil — IF itu terbuka saat itu juga. Dia lalu melihat profil dan pesanmu, dan memilih apakah akan menerimanya; kalau diterima, chat terbuka dengan IF-mu sebagai pesan pertama. Kalau dia juga punya pasangan, IF baru terbuka saat kalian berdua single. Cara kerja IF menjelaskan semua kemungkinannya.

Punya IF di ponsel saat kamu punya pasangan itu nggak masalah, dan mengunduhnya bukan selingkuh: profilmu menunjukkan bahwa kamu punya pasangan, dan nggak ada yang bisa dimulai selama itu masih berlaku. IF itu tersegel, bukan rahasia, tanpa ada yang perlu disembunyikan dari pasanganmu, dan kami mengatakan hal yang sama kepada siapa pun yang menemukan pasangannya di IF. Status diisi sendiri, jadi sistem ini cuma berjalan kalau kamu jujur: menandai dirimu single padahal masih bersama seseorang adalah kebohongan, dan melanggar aturan komunitas kami. Panduan kami soal aplikasi kencan untuk orang yang punya pasangan menjelaskan kenapa IF dibuat seperti ini.

Siapa pun yang menerima IF mungkin diberi tahu bahwa ada IF yang menunggunya — tapi nggak pernah siapa pengirimnya atau apa isinya — dan orang kadang bisa menebak dari konteks. Kalau crush-mu belum ada di IF, IF yang dikirim ke alamat email yang dia berikan padamu akan memicu satu email undangan singkat, sementara IF yang dikirim ke nomor telepon atau akun Instagram cuma menunggu, siapa tahu dia bergabung. Dengan tahu itu, pilihannya ada di tanganmu.

IF pertamamu gratis, dan cara mengirim IF yang sempurna akan membantumu menemukan kata-katanya. Menulis IF butuh sedikit keberanian, dan justru di situlah intinya: kamu menulisnya sekali, bersungguh-sungguh di setiap kata, lalu membiarkannya menunggu sementara kamu menjalani hidupmu. Kalau suatu saat waktunya pas, IF itu bisa membawamu ke tempat yang memang ditakdirkan untukmu sejak awal.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apakah punya crush berarti aku nggak bahagia dalam hubungan?

Belum tentu. Crush juga terjadi dalam hubungan yang bahagia. Crush yang datang saat kamu memang sudah nggak bahagia layak mendapat perhatian lebih, jadi tanyakan pada dirimu bagaimana perasaanmu soal hubunganmu sebelum orang ini hadir.

Bisakah mencintai dua orang sekaligus?

Kamu bisa punya perasaan kuat pada dua orang sekaligus, dan banyak orang mengalaminya. Apakah perasaan yang kedua itu cinta atau sekadar tergila-gila biasanya jadi lebih jelas seiring waktu. Dalam hubungan monogami kamu nggak bisa bertindak atas keduanya dengan jujur, tapi kamu bisa jujur soal keduanya: pada dirimu sendiri, pada pasanganmu kalau kamu memilih begitu, dan pada orang itu lewat IF yang menunggu sampai kalian berdua single.

Haruskah aku bilang ke crush kalau aku suka dia padahal aku punya pacar?

Bisa, dan sebagian orang senang sudah melakukannya. Kalau dia kenal pacarmu, atau kalian satu tongkrongan atau satu kantor, pengakuan langsung akan berdampak pada tiga kehidupan sekaligus. Bisa jadi, kamu lebih baik mengirim IF yang tersegel: IF nggak meminta apa pun sampai kalian berdua single, dan kalau suatu saat waktunya pas, kamu sudah ada di sana untuk menunjukkan padanya perasaanmu selama ini.

Berapa lama crush bertahan saat kamu berpacaran?

Nggak ada patokan waktu yang pasti. Crush yang dibiarkan — tanpa waktu berdua, tanpa kepo, tanpa memutar ulang — biasanya memudar dalam hitungan minggu atau bulan. Crush yang bertahan, atau makin kuat, layak dibicarakan dengan orang yang kamu percaya, dan sebagian orang merasa perasaan itu akhirnya tenang setelah mereka mengungkapkannya lewat IF.

Apakah wajar berfantasi tentang orang lain saat berpacaran?

Sesekali melamun adalah bagian dari punya imajinasi. Itu jadi masalah kalau mulai menggantikan kehidupan nyatamu, atau kalau kamu mulai menyimpan rahasia supaya lamunan itu terwujud.

Crush itu perasaan, bukan vonis, dan bukan sesuatu yang perlu kamu sembunyikan. Orang yang tepat, waktu yang salah? Katakan sekali lewat IF, terus jalani hidupmu, dan biarkan IF itu menunggu hari ketika waktu kalian akhirnya pas.