Cara Menghubungi Lagi Dia yang Terlewatkan
Entri No. 106 ·

Oleh Tim IF
Cara terbaik untuk menghubungi lagi dia yang terlewatkan adalah dengan lembut: hubungi sekali saja, lewat jalur yang dia sendiri berikan padamu, dengan pesan singkat yang tidak meminta apa-apa. Sebelum menulis, jujurlah pada dirimu sendiri tentang apa yang kamu inginkan darinya sekarang, pikirkan bagaimana hidupnya saat ini, dan putuskan dari awal bahwa diam juga sebuah jawaban. Awali dengan kenangan bersama, bukan pernyataan cinta, lalu biarkan saja. Dan kalau yang sebenarnya ingin kamu katakan lebih dari sekadar “hai”, dan salah satu dari kalian mungkin sudah punya pasangan, mungkin lebih baik kamu menyimpannya dalam sebuah IF: pesan tersegel yang menunggu sampai kalian berdua single, supaya kalau suatu hari waktunya pas, kamu sudah ada di sana.
Mungkin ada satu nama yang sudah lama terus kamu pikirkan. Seseorang yang kamu kenal saat kerja musim panas di luar negeri di usia dua puluh dua, seminggu sebelum salah satu dari kalian terbang pulang. Cinta pertama yang kamu biarkan menjauh saat kamu pindah kota. Teman serumah di kontrakan pertamamu yang tak pernah benar-benar kamu beri tahu perasaanmu. Kamu tidak aneh karena masih bertanya-tanya, dan kamu jelas tidak sendirian. Perasaan seperti ini jujur, dengan siapa pun kalian masing-masing sekarang. Pertanyaan yang lebih penting bukan apakah dia memang jodohmu. Tapi apa yang kamu inginkan dengan menghubunginya, dan bagaimana mengatakannya dengan baik.
Perlukah kamu menghubungi cinta pertamamu?
Kadang, ya. Menghubunginya bisa jadi indah: permintaan maaf yang akhirnya terucap, persahabatan yang pulih, sesekali kesempatan kedua yang sungguhan. Tapi pesanmu juga bisa mendarat di kehidupan yang sudah berjalan tanpamu. Tiga pertanyaan biasanya membantu membedakan keduanya.
Apa yang sebenarnya kamu inginkan darinya?
Spesifiklah. Mencari penutupan, ngobrol santai melepas kangen, memberi atau menerima permintaan maaf, penasaran dia jadi orang seperti apa, dan harapan sungguhan akan romansa adalah lima pesan yang berbeda. Kalau kamu belum bisa menyebutkan apa yang kamu mau, kamu belum siap menulis, karena dia akan menangkap kebingungan itu walau kamu sendiri tidak mendengarnya.
Bagaimana hidupnya sekarang?
Kalau kamu tahu dia sudah menikah atau punya pasangan, sapaan ramah tanpa maksud terselubung bisa saja tidak masalah. Kamu juga bisa mengatakan lebih dari itu, tapi membuka diri seperti itu ada risikonya: kamu memintanya melakukan sesuatu dengan perasaanmu, dan kata-kata yang sudah terucap tidak bisa ditarik kembali. Mungkin lebih baik kamu menyimpannya dalam sebuah IF. Kalau kamu sendiri punya pasangan, mulailah dari bagian yang ditulis khusus untukmu di bawah.
Sanggupkah kamu kalau tidak dibalas?
Kalau didiamkan akan membuatmu terpuruk, tunggu sampai kamu tidak akan terpuruk lagi. Menghubungi langsung hanya berhasil kalau setiap jawaban, termasuk tidak ada jawaban sama sekali, tetap membuatmu berdiri tegak. IF berbeda: IF tidak meminta balasan, jadi tidak ada keheningan yang perlu kamu tunggu-tunggu.
Kapan ini ide yang bagus, dan kapan kurang bagus
Pesan langsung biasanya ide yang lebih baik kalau:
- Sejauh yang kamu tahu, kalian berdua single, atau pesannya memang cuma sapaan ramah.
- Sudah cukup lama berlalu sehingga menulis tidak terasa seperti mengungkit pertengkaran lama.
- Kalian berpisah baik-baik, atau kamu berutang permintaan maaf padanya tanpa embel-embel.
- Hidupmu sendiri sedang cukup baik, dan ini sebuah harapan, bukan upaya mencari penyelamat.
Dan biasanya ide yang kurang baik kalau:
- Sudah jam 2 pagi, kamu habis minum, atau kamu sendiri baru saja putus.
- Kamu harus melacak kontaknya dulu supaya bisa mengirimnya.
- Ada bagian dari dirimu yang berharap pesan itu mengguncang hubungannya.
- Dia sudah punya pasangan, dan yang ingin kamu katakan lebih dari sekadar sapaan ramah.
Kalau satu-satunya hal yang membuat pesan langsung jadi ide yang kurang baik adalah keadaan hidup kalian sekarang, IF yang tersegel bisa menyampaikannya sebagai gantinya, tanpa meminta apa pun darinya hari ini.
Kenapa kamu masih memikirkan seseorang bertahun-tahun kemudian
Kalau satu orang terus muncul di pikiran — di pernikahan teman, dalam sebuah lagu, setiap kali hidup sedang berat — ada alasan-alasan biasa di baliknya. Penyesalan salah satunya. Para psikolog yang menelitinya menemukan bahwa dalam jangka pendek orang lebih menyesali apa yang mereka lakukan, tapi dalam jangka panjang mereka lebih menyesali apa yang tidak mereka lakukan. Obrolan yang tak pernah terjadi cenderung makin besar setiap kali diputar ulang, karena tidak pernah harus bertahan menghadapi kehidupan nyata.
Ingatan adalah alasan lainnya. Sebagian dari yang kamu rindukan adalah dirimu yang dulu — lebih muda, lebih berani, dengan semuanya masih terbentang di depan. Sosoknya di kepalamu membeku di usia saat kamu mengenalnya. Itu tidak membuat perasaanmu palsu. Artinya, orang yang akan kamu kirimi pesan, dalam arti yang sebenarnya, adalah seseorang yang belum pernah kamu temui.
Dan kadang soalnya ada di waktu: panduan kami tentang orang yang tepat di waktu yang salah membantumu membedakan masalah waktu yang nyata dari cerita yang selama ini kamu katakan pada dirimu sendiri. Sering kali, yang membuat perasaan itu bisa tenang adalah mengatakannya sekali, lewat pesan atau IF, supaya tidak perlu lagi kamu latih berulang-ulang di kepala. Kalau memikirkannya mulai menyita harimu — mengecek akun-akunnya, membandingkan setiap pasangan dengannya — baca kenapa kamu tidak bisa berhenti memikirkan seseorang, dan bicarakan dengan orang yang kamu percaya.
Pakai hanya pintu yang dia berikan
Bagian inilah yang dilewatkan film. Menghubungi lagi hanya bisa disebut baik kalau orang itu bisa memilih apakah dia mau ditemukan. Di IF, pilihan itu sudah tersedia: siapa pun bisa mematikan “Muncul di Pencarian”, dan pencarian lewat email, nomor telepon, atau handle-nya tidak akan menemukan apa-apa.
- Gunakan kontak yang dia berikan sendiri: nomor yang masih tersimpan di ponselmu, alamat email yang dulu kalian pakai untuk saling berkirim kabar, akun media sosial tempat kalian masih saling mengikuti.
- Jangan pakai situs pencari orang, jangan datang ke tempat kerjanya, dan jangan bertanya ke sana kemari soal nomor baru yang sengaja tidak dia berikan padamu. Kalau satu-satunya cara menghubungi seseorang adalah dengan melacaknya, anggap itu pintu yang tertutup, apa pun yang menutupnya.
- Tahan keinginan untuk menyelidikinya dulu. Satu studi tentang orang-orang yang terus mengecek halaman Facebook mantan mereka menemukan bahwa kebiasaan itu berkaitan dengan lebih banyak tekanan batin, kerinduan yang lebih besar, dan pertumbuhan pribadi yang lebih sedikit. Menggulir layar jarang memberimu jawaban yang kamu cari, dan bisa mengubah harapan sederhana jadi obsesi.
- Kalau dia memblokirmu, memintamu untuk tidak menghubunginya, atau diam saja waktu terakhir kali kamu menghubunginya, itulah jawabannya. Jangan cari celah untuk mengakalinya. Ini juga berlaku untuk IF.
Cara menghubungi cinta lama
Usahakan pesan yang mudah diterima: cukup singkat untuk dibaca sambil antre, cukup hangat untuk disambut, dan cukup ringan sehingga mengabaikannya tidak membebaninya sama sekali.
- Buat singkat: tiga atau empat kalimat. Pesan pertama yang panjang memintanya memikul seluruh sejarah kalian sebelum dia setuju untuk mengangkat sebagian pun darinya.
- Buka dengan kenangan yang spesifik, atau alasan kenapa kamu menulis sekarang: sebuah lagu, sebuah tempat, tanggal peringatan yang kamu sadari. Itu menunjukkan kamu menulis untuknya, bukan untuk sebuah perasaan.
- Ceritakan singkat siapa kamu sekarang. Satu kalimat tentang hidupmu memberinya konteks dan bahan yang wajar untuk dibalas.
- Jangan meminta apa pun. Tidak ada “kita perlu bicara”, tidak ada pertanyaan yang menuntut jawaban, dan tidak ada sepatah kata pun soal hubungannya.
- Beri dia jalan keluar yang mudah. “Nggak usah dibalas juga nggak apa-apa” bukan sekadar basa-basi. Justru itulah yang membuat membalas terasa aman.
- Kirim sekali saja, di siang hari, dan dalam keadaan sadar.
Pesan yang biasanya diterima dengan baik
- “Hari ini aku lewat depan apartemen lama kita waktu mau rapat, dan itu bikin aku senyum. Semoga hidup memperlakukanmu dengan baik. Nggak perlu dibalas, tapi aku senang kalau bisa tahu kabarmu.”
- “Sudah lama aku merasa berutang permintaan maaf padamu atas caraku mengakhiri semuanya. Maaf ya. Aku nggak butuh balasan apa pun — aku cuma ingin kamu mendengarnya.”
Apa yang sebaiknya tidak ditulis
- Pernyataan cinta. “Aku nggak pernah berhenti mencintaimu” menaruh seluruh beban perasaanmu pada seseorang yang tidak pernah minta untuk memikulnya. Kalau itu memang yang benar-benar ingin kamu katakan dan salah satu dari kalian punya pasangan, simpan untuk sebuah IF, tersegel sampai kalian berdua single.
- Pasangannya, foto pernikahannya, atau status hubungannya. Menyebut salah satunya saja menunjukkan bahwa kamu selama ini mengamatinya.
- Ketidakbahagiaanmu sendiri. Kalau kamu menulis karena hubunganmu sedang berantakan, dia bisa merasa dijadikan pintu keluar.
- Tenggat waktu atau rencana untuk mengejar. “Kabari aku sebelum Jumat ya” mengubah hadiah jadi tagihan.
Anggap diam sebagai jawaban
Ini bagian tersulit, sekaligus yang terpenting. Orang diam karena banyak alasan — waktunya kurang pas, hidupnya sedang penuh, tidak tahu harus bilang apa, tidak ingin membuka masa lalu — dan dia tidak berutang penjelasan padamu. Itulah kenapa sebagian orang memilih IF daripada pesan pertama: IF tidak meminta apa pun darinya, tidak menyudutkan siapa pun, dan hanya menunggu, siapa tahu suatu hari waktu kalian pas.
Jadi kirim satu pesan dan biarkan saja: tidak ada pesan susulan di platform lain, tidak ada pesan kedua seminggu kemudian untuk memastikan pesannya sampai. Dalam sebuah studi klasik tentang cinta bertepuk sebelah tangan, banyak orang yang ditaksir menggambarkan kegigihan sang pengagum sebagai mengganggu dan menjengkelkan, meski mereka merasa bersalah karena menyakiti orang itu. Satu pesan adalah undangan. Pesan kedua mulai berubah jadi tekanan.
Kalau dia membalas, biarkan dia yang menentukan arahnya. Balasan hangat seperti “Senang banget dengar kabarmu”, disertai cerita soal pekerjaannya dan tidak lebih, adalah jawaban ramah, bukan pintu yang terbuka. Balasan yang balik bertanya dan mengajak bertemu, itu lain cerita. Kalau dia bilang tidak, dengan kata-kata apa pun, berhentilah.
Kalau kamu tak pernah mengungkapkannya
Sebagian dari mereka yang terlewatkan sebenarnya memang tidak pernah kamu miliki. Sahabat yang diam-diam kamu cintai sepanjang masa kuliah. Rekan kerja yang langsung nyambung denganmu sebulan sebelum salah satu dari kalian pindah. Kamu tak pernah bilang apa-apa, dan penyesalan karena tidak mengungkapkan perasaanmu sudah bertahun-tahun bertumbuh. Terlambat atau tidaknya mengungkapkan perasaan setelah bertahun-tahun lebih bergantung pada hidup yang dia jalani sekarang daripada pada lamanya waktu.
Kapan mengatakannya bisa jadi hal yang manis
Kalau kalian berdua single dan kamu bisa mengatakannya tanpa butuh balasan apa pun, pengakuan yang terlambat bisa jadi sebuah hadiah. Ceritakan sebagai sesuatu yang sudah berlalu dan buat tetap ringan, supaya tidak menuntut jawaban:
“Ini sudah telat bertahun-tahun, dan aku nggak mengharapkan apa-apa, tapi dulu waktu kita kerja bareng, aku naksir berat sama kamu. Aku selalu bertanya-tanya apa seharusnya aku bilang sesuatu. Semoga kamu baik-baik saja.”
Pesan itu sudah utuh dengan sendirinya. Kalau dia mau membawanya ke arah lain, dia bisa. Kalau dia membalas dengan tawa dan kata-kata yang baik, kamu sudah mendapat penutupanmu.
Kalau dia ada di IF dan kalian berdua single, Like adalah cara paling ringan untuk mengatakannya. Dan kalau kamu tidak yakin dia masih single, sebuah IF bisa menyimpan kata-kata yang sama sampai kalian berdua single.
Kalau dia sudah punya pasangan
Kalau dia sudah menikah atau punya pasangan, kamu tetap bisa mengatakannya. Itu jujur, dan sebagian orang senang mengetahuinya. Tapi membuka diri seperti itu ada risikonya: sebuah pengakuan, selembut apa pun, mendarat di kehidupan yang sudah dia bangun, memberinya sesuatu untuk dipikul, dan tidak bisa ditarik kembali. Mungkin lebih baik kamu mengatakannya dalam sebuah IF. IF itu tetap tersegel selama salah satu dari kalian punya pasangan, dan kalau suatu hari waktunya pas, kamu ada di sana untuk menunjukkan betapa kamu selalu menyukainya. Untuk menemukan kata-katanya lebih dulu, coba tulis surat yang tak pernah kamu kirim.
Kalau kamu yang sedang punya pasangan
Mungkin kamu memikirkan cinta lama saat kamu sendiri sedang punya pasangan. Itu hal yang umum, dan bukan sesuatu yang memalukan: perasaan yang melintasi batas sebuah hubungan itu jujur, dan tidak harus disembunyikan dari siapa pun, termasuk pasanganmu. Yang penting adalah apa yang kamu lakukan dengannya. Selingkuh itu salah, begitu juga berbohong. Pesan pribadi yang akan kamu ceritakan secara berbeda di rumah adalah titik di mana perasaan yang jujur mulai berubah jadi sesuatu yang lain.
Semua pilihan yang jujur terbuka untukmu: membiarkan perasaan itu mereda, bicara dengan pasanganmu, mencurahkan energimu ke hubungan yang sedang kamu jalani, atau mengakhirinya dengan baik demi hubungan itu sendiri. Kamu juga bisa menghubunginya langsung, tapi pesan pribadi ke cinta lama saat kamu punya pasangan berisiko bagi semua orang yang terlibat. Mungkin lebih baik kamu mengirim IF: punya IF di ponsel bukan selingkuh, tidak ada yang perlu disembunyikan, dan tidak ada percakapan yang bisa dimulai di IF selama salah satu dari kalian punya pasangan. Kalau dia single saat kamu mengubah statusmu sendiri jadi single, IF-mu langsung terbuka saat itu juga, jadi di hari kamu bebas, dia tahu sudah berapa lama kamu menyimpan perasaan ini. Panduan kami tentang punya perasaan pada orang lain saat sedang dalam hubungan membahas setiap pilihan satu per satu.
Kalau dia mantanmu
Kalau dia yang terlewatkan adalah seseorang yang memang pernah kamu pacari, pertanyaan sebenarnya adalah apakah hal yang dulu mengakhiri hubungan kalian sudah berubah. Kadang tahun-tahun mengubah segalanya. Kadang tidak mengubah apa-apa. Artikel kami tentang balikan dengan mantan membantumu membedakan kesempatan kedua yang nyata dari nostalgia akan bulan-bulan yang indah. Dan kalau salah satu dari kalian sekarang punya pasangan, sebuah IF memungkinkanmu mengatakannya dan menyerahkan urusan waktu pada kehidupan.
Di sinilah IF berperan
Versi tersulit adalah tidak tahu bagaimana hidupnya sekarang: kamu punya alamat email atau nomor lama, dan sama sekali tidak ingin mengorek-ngorek. IF dibuat supaya kamu tidak perlu tahu. IF adalah aplikasi kencan untuk semua orang, single maupun punya pasangan, dan karena tidak ada percakapan yang bisa dimulai selama salah satu dari kalian punya pasangan, sebuah IF menyimpan apa yang ingin kamu katakan sampai kalian berdua single, kecuali dia menghapusnya. Waktulah yang menjawab pertanyaan yang tidak bisa kamu tanyakan. Untuk perasaan yang dibawa bertahun-tahun, itu kelegaan yang nyata.
Di IF kamu bisa mencari lewat alamat email, nomor telepon, atau handle Instagram yang dia berikan padamu, dan tidak ada yang diberi tahu bahwa kamu mencarinya. Kalau kalian berdua single dan dia bisa ditemukan lewat pencarian, IF menawarkan Like. Kalau salah satu dari kalian ditandai sudah punya pasangan, kamu mengirim IF: pesan pribadi yang tersegel, maksimal 250 karakter. Kalau kamu single lalu dia jadi single, kamu punya 24 jam untuk membukanya, atau kamu bisa membiarkan waktunya habis dan IF itu tersembunyi selamanya. Setelah terbuka, dia melihat siapa kamu dan apa yang kamu tulis, dan kalau dia menerimanya, chat pun terbuka.
Kalau dia belum ada di IF, IF yang dikirim ke alamat emailnya akan memicu satu email undangan singkat, yang tidak menyebut namamu ataupun menampilkan pesanmu, dengan opsi berhenti berlangganan sekali klik. IF yang dikirim ke nomor telepon atau handle Instagram tidak mengirim apa pun sama sekali dan hanya menunggu, siapa tahu dia bergabung, meski nomor yang sudah bertahun-tahun mungkin sekarang dipakai orang lain. Apa pun jalurnya, kartu IF itu juga menawarkan “Curhat ke Mutual”: pesan siap kirim yang meminta teman-teman yang kalian kenal bersama untuk memberi kode bahwa ada pesan yang menunggunya. IF pertamamu gratis, dan apa saja tambahan dari paket berbayar, termasuk menarik kembali IF sebelum terbuka, ada di halaman keanggotaan.
Ada baiknya tahu bagaimana IF itu sampai padanya. Kalau dia ada di IF, dia mungkin diberi tahu bahwa ada IF yang menunggu — notifikasinya hanya bertuliskan “Kamu dapat IF” — tapi tidak pernah diberi tahu siapa pengirimnya atau apa isinya sampai IF itu terbuka, meski seseorang yang punya masa lalu bersamamu mungkin bisa menebak. Kalau dia menolak, kamu tidak diberi tahu: IF itu hanya hilang dari daftarmu. Dengan mengetahui semua itu, keputusan ada di tanganmu.
Menulis sebuah IF butuh sedikit keberanian emosional, dan justru di situlah intinya: kamu mengatakannya sekali, dengan sungguh-sungguh di setiap kata, lalu terus menjalani hidupmu selama IF itu menunggu. Cara mengirim IF yang sempurna akan membantumu menemukan kata-katanya, dan kalau suatu hari waktunya pas, IF-mu mungkin membawamu ke tempat yang memang sejak awal ditakdirkan untukmu.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa yang sebaiknya dikatakan pada seseorang dari masa lalu?
Sesuatu yang singkat dan tidak meminta apa-apa: kenangan yang spesifik, satu kalimat tentang hidupmu sekarang, dan cara mudah untuk tidak membalas. “Tadi aku lewat pub tempat kita dulu sering ikut kuis, dan langsung teringat kamu. Semoga hidup baik padamu — nggak perlu dibalas.” Apa pun yang lebih besar bisa menunggu balasannya, atau, alih-alih lewat pesan, disimpan dalam sebuah IF.
Apakah sudah terlambat untuk mengungkapkan perasaan dari bertahun-tahun lalu?
Tidak, kalau kalian berdua single dan pengakuan itu tidak meminta apa-apa. Ceritakan sebagai sesuatu yang sudah berlalu, buat singkat, dan biarkan dia memutuskan mau diapakan. Kalau dia sudah punya pasangan, kamu tetap bisa mengatakannya dalam sebuah IF, tersegel sampai kalian berdua single, sehingga tidak menuntut apa pun dari hidup yang sedang dia jalani.
Berapa lama harus menunggu balasan dari cinta lama?
Beri waktu beberapa minggu, lalu anggap diam sebagai jawabanmu. Jangan mengejarnya lewat saluran lain. Kalau dia ingin membalas nanti, dia tahu di mana bisa menemukanmu, dan kalau balasannya datang berbulan-bulan kemudian, anggap saja itu sapaan ramah yang baru: balas dengan hangat, dan biarkan dia yang menentukan ritmenya dari situ.
Bolehkah menghubungi cinta lama kalau kamu sudah menikah?
Boleh, kalau itu kontak yang dengan senang hati akan kamu ceritakan di rumah: sapaan ramah tanpa maksud terselubung. Perasaan pada cinta lama itu manusiawi dan jujur; kontak yang disembunyikan adalah titik di mana semuanya mulai bergeser ke arah kebohongan. IF adalah salah satu cara jujur untuk mengatakannya: tidak ada percakapan yang bisa dimulai di IF selama salah satu dari kalian ditandai sudah punya pasangan, dan IF-mu hanya terbuka kalau kamu mengubah statusmu sendiri jadi single.
Apakah ada orang yang akhirnya bersama dia yang terlewatkan?
Ada. Kalau itu terjadi, itu akan terjadi antara diri kalian yang sekarang, bukan diri kalian yang dulu, jadi berharaplah pada sebuah obrolan, bukan reuni. Dan kalau hari ini waktunya belum pas, sebuah IF bisa menunggu, siapa tahu suatu hari waktunya pas.
Orang yang tepat, waktu yang salah? Tunggu dia di IF, dan biarkan kata-kata yang tak pernah terucap menanti di sana sampai hari waktu kalian akhirnya pas.